Breaking News:

Pihak RSUD HA Thalib Kerinci Desak Keluarga Pasien Bayar Rp 2,8 Juta

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Keluarga pasien kembali mengeluhkan pelayanan di RSUD Mayjen HA Thalib,

Penulis: hendri dede | Editor: ridwan

Laporan wartawan Tribun Dede

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Keluarga pasien kembali mengeluhkan pelayanan di RSUD Mayjen HA Thalib, Kerinci. Seorang pasien yang kirtis saat dibawa keluarganya ke rumah sakit itu, tak langsung ditangani oleh pihak rumah sakit.

Pasien bernama Ronal Saputra (25) baru-baru ini dianggap diabaikan oleh pihak Rumah Sakit. Pasien dalam kondisi kritis akibat terkena setrum listrik ketika bekerja.

Doni Tra Putra, keluarga pasien itu menuturkan, pihaknya sudah lama menunggu di rumah sakit, namun tak mendapatkan ruangan untuk pasien.

"Saat mau dirujuk ke RSUD M Djamil Padang, pihak RSUD HA Thalib mendesak keluarga pasien membayar biaya Rp. 2.800.000, padahal pasien menggunakan BPJS dan tidak dirawat di dalam ruangan, dan hanya diberi salep oles," ujarnya, kemarin (20/7).

Karena hak demikian, akhirnya pihak keluarga langsung cepat membawa langsung ke RS M Jamil Padang untuk mendapat perawatan itensif. "Lebih dua jam telantar, dia kritis. Jadi Langsung dibawa ke Padang karena urusannya lama, sedangkan dia (pasien) kritis," katanya

Ditambahkan Bustanudin, seorang kerabat pasien, terkait pelayanan sangat berbanding terbalik antara RSUD M Djamil Padang dengan RSUD Mayjen HA Thalib.

"Beruntung keluarga membuat keputusan tepat, langsung bawa Ronal ke Padang, alhamdulillah kondisinya sudah membaik setelah operasi pertama, sekarang masih di rumah sakit menunggu operasi kedua di bagian kepala," katanya

Sementara itu Dirut RS MHA Thalib Kerinci, Noviar Zen mengatakan belum mengetahui adanya kejadian ini. Dia belum mendapat laporan kalau ada pasien kritis yang ditelantarkan. Dia bilang selama ini kalau ada kondisi kritis akan langsung dirawat, baru di rujuk ke Padang.

Noviar juga mengakui kalau kondisi rumah sakit memang kekurangan tempat tidur sudah lama. Tahun ini sedang diupayakan penambahan ruangan kelas III.

"Belum tahu saya ada kejadian itu. Kita tetap rawat, sesuai dengan SOP sesuai standar prosedur kalau ada pasien masuk," jelasnya. (hdp)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved