Petani Minta Irigasi yang Jebol Diperbaiki

Sejumlah petani yang sawahnya berada disekitar irigasi yang jebol dibelakang kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh meminta upaya

Petani Minta Irigasi yang Jebol Diperbaiki
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Sejumlah petani yang sawahnya berada disekitar irigasi yang jebol dibelakang kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh meminta upaya cepat Pemkot Sungai Penuh. Pasalnya irigasi tersebut yang sekitar 50 meter roboh dan retak sejak awal bulan puasa, namun sampai saat ini belum diperbaiki.

Petani warga desa Karya Bakti merasa mulai cemas dengan bencana padi mereka. Karena kalau dibiarkan jebol, mereka khawatir saat musim panas akan kekeringan dan saat hujan datang padi yang ditanam bisa hanyut.

Warga minta ini disegerakan, karena sudah beberapa pekan kondisi irigasi masih roboh. "Kalau tidak segera diperbaiki, maka sawah di desa kami Karya Bakti dan Lawang Agung, Kecamatan Pondok Tinggi akan mengalami kekeringan. Ini kan dibangun tahun 2016 lalu ambruk lebih kurang sepanjang 50 meter," kata seorang petani setempat Selasa, (18/7).

“Proyek ini baru dibangun tahun 2016 oleh PU Kota Sungaipenuh. Kami petani sawah khawatir irigasi ini tidak diperbaiki sawah kami akan kekeringan dan saat musim hujan sawah kami kebanjiran dan dipenuhi dengan sampah,” ujar Khairi salah seorang petani desa Karya Bakti.

Selain itu warga juga meyayangkan proyek irigasi tersebut yang belum sampiu setahun sudah jebol. "Seharusnya kualitas pekerjaan lebih baik, karena irigasi amat penting bagi ratusan hektare sawah di sini," katanya lagi.

Secara terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Sungai Penuh, Martin mengakui sudah mendapatkan laporan terkait dengan robohnya irigasi tersebut. Dia berjanji proyek tersebut akan segera memperbaikinya. Sehingga bisa mengalir ke sawah warga.

"Kita akan memperbaiki ini, proyek tersebut akan diperbaiki oleh pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut," jelasnya.

Martin mengakui kalau tidak semua pekerjaan itu bagus dilakukan pihak ketiga, tapi dirinya sudah meminta kepada kontraktor untuk memperbaikinya. Kontraktor juga diingatkan agar pekerjaan yang dilakukan berkualitas dan sesuai spek. Bahkan, Martin mengancam akan memblacklits kontraktor yang bekerja asal-asal dalam mengerjakan proyek dalam pembangunan pemerintah Kota Sungai Penuh.

"Dalam waktu dekat ini akan diperbaiki. Kita juga berikan tekanan ke kontraktor agar bekerja lebih baik. Kita juga terus berusaha infrastruktur di sungai penuh makin maju," tandasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved