Harga Lada Anjlok 60 Persen, Pemasukan Hilang Rp 1 Triliun
TRIBUNJAMBI.COM, BANDAR LAMPUNG - Petani lada di Provinsi Lampung prihatin dengan anjloknya harga
TRIBUNJAMBI.COM, BANDAR LAMPUNG - Petani lada di Provinsi Lampung prihatin dengan anjloknya harga komoditas ini. Jika tahun 2016 harga lada masih bertengger di angka Rp 100 ribu per kilogram, tahun ini harga anjlok di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kg.
Merosotnya harga lada membuat petani di Bumi Ruwa Jurai kehilangan potensi pendapatan hingga Rp 1 triliun. Angka ini diperolah dari produksi lada tahun 2016 yang mencapai 15.000 ton dikalikan harga Rp 100 ribu per kg, sehingga diperoleh angka Rp 1,5 triliun.
Sementara tahun 2017, produksi lada yang diperkirakan masih stabil diangka 15.000 ton jika dikalikan harga Rp 40 ribu per kg, akan diperoleh angka Rp 600 miliar. Jika angka Rp 1,5 triliun dikurangi Rp 600 miliar, maka didapat selisih Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun. Selisih sebesar ini merupkan potensi pendapatan yang hilang.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakaan Lampung, Dessy Desmaniar Romas menjelaskan selain faktor harga lada Vietnam yang turun, kualitas lada Lampung yang kurang maksimal akibat pengaruh cuaca.
Dessy mengaku belum tahu pasti kerugian petani akibat akibat turunnya harga lada. "Kalau jumlah kerugian petani kita belum tahu pasti, termasuk soal jumlah produksi lada Lampung, karena data masih berjalan," kata Dessy, Selasa (11/7).
Apa langkah Pemprov Lampung untuk mengatasi anjloknya harga lada, dan bagaimana tanggapan petani mengenai hal ini?