Jadikan Raskin Untuk Pakan Ayam, Warga Juga Endapkan Rastra di Rumah, ini Alasannya

Data yang dihimpun di lapangam beras Raskin yang tak layak konsumsi tersebut, menyebar di desa Ujung Pasir, Koto Tuo Ujung Pasir, Desa Kayu Aro Ambai

Jadikan Raskin Untuk Pakan Ayam, Warga Juga Endapkan Rastra di Rumah, ini Alasannya
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE
Ilustrasi: Pembagian raskin di Koto Lanang, Kecamatan Air Hangat Timur 

TRIBUNJAMBI.COM - Sudah sebulan yang lalu warga desa di Kecamatan Setinjau Laut dan Kecamatam Danau Kerinci menerima Beras Sejahtera (Rastra) atau Raskin dari Pemerintahan setempat yang diberikan Bulog.

Namun sampai saat ini banyak yang tak mengkonsumsi beras tersebut. Warga penerima Raskin merasa beras yang didistribusikan tak layak dikonsumsi.

Data yang dihimpun di lapangam beras Raskin yang tak layak konsumsi tersebut, menyebar di desa Ujung Pasir, Koto Tuo Ujung Pasir, Desa Kayu Aro Ambai, dan Desa Bunga Tanjung.

“Kami terima sudah sebulan lalu beras masihlah di rumah. Kondisi kami lihat beras hancur dan berbau. Mau kami jual juga tak laku," kata Lisni seorang warga desa Ujung Pasir, Selasa (1/7).

Warga mengatakan pada tahun lalu raskin yang diterima warga memang tidak terlalu bagus, tapi secara umum bisa dan layak dikonsumsi.

Warga menduga beras yang diberikan sudah lama. "Tidak separah sekarang ini. Kami coba nanaknya dan makan memang dak enak," ujar warga lagi.

Warga Kayu Aro, Ambai juga mengeluhkan soal kualitas jatah beras untuk rumah tangga miskin (raskin). Sebab beras yang mereka dapat saat ini berbau dan lain warnanya. Karena tak layak konsumsi, warga pun mengendap beras tersebut di rumah.

"Mau dijual tak mau dibeli pedagang beras, biasanya mau dibeli. Jadi kadang kami jadi pakan ayam," kaya Eni seorang warga setempat.

Warga mengaku sempat menanyakan mengenai kualitas beras itu kepada pemerintahan desa setempat. Namun kata pemerintahan setempat, tidak tahu alasan mengapa kualitas beras itu buruk seperti yang mereka terima. Karena pihak desa hanya membanyu menyalurkan. Sedangkan kualitas beras merupakan wewenang Bulog.

Masyarakat yang ada dI tiga desa ini mengaku kecewa, mereka meminta kalau bisa beras yang diterima itu diganti dengan beras Raskin baru. "Kalau bisa diganti beras yang baru, karena kami beli juga walaupun dengan harga murah," kata warga setempat.

Halaman
12
Penulis: hendri dede
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved