EDITORIAL

Bukan 0untuk Konsumtif

Yang kini juga meringankan beban para orang tua murid, yakni digulirkannya Program Indonesia Pintar.

TAHUN ajaran baru bakal segera bergulir. Orangtua siswa kembali disibukkan dengan berbagai keperluan anaknya untuk kembali bersekolah.

Yang kini juga meringankan beban para orang tua murid yakni digulirkannya Program Indonesia Pintar.
Di Provinsi Jambi, KIP untuk jenjang SMA mencapai 15.559 siswa untuk Tahun Ajaran 2016 lalu dengan total pembiayaan Rp 11.354 miliar

Namun untuk tahun ajaran baru kali ini belum didata berapa jumlahnya di tingkat SMA, karena peserta didik baru belum mulai kegiatan belajar Diknas menyebutkan karena saat ini masih libur.

Kota Jambi sendiri menjadi yang terbanyak penerima KIP yakni sebesar 2.712 siswa, disusul Kabupaten Tebo 1.639 siswa dan Kabupaten Merangin 1.528 siswa.

Digulirkannya KIP diharapkan mampu untuk mengurangi beban wali murid tidak mampu. Ini bertujuan untuk, meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah, meningkatkan angka keberlanjutan pendidikan. Ini juga untuk mengurangi angka putus sekolah.

Ini juga untuk mencegah adanya pungutan yang dilakukan oleh sekolah, karena sudah menjadi rahasia umum tahun ajaran baru seringkali dimanfaatkan oleh oknum guru ataupun sekolah bekerjasama dengan penerbit melakukan praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS), padahal menurut Diknas ini termasuk di antara pungutan liar.

Yang perlu digarisbawahi, jual beli LKS melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah Pasal 12 ayat 1.

Dalam permen tersebut ditegaskan Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.

Satu di antara kabar menggembirakan yakni Dinas Pendidikan Kota Jambi siswa baru tidak dibebankan pembayaran buku, sementara untuk LKS hanya sebagai pendukung dalam bidang study dan tidak bersifat wajib.

Setelah lebaran sepertinya hal ini menjadi angin segar bagi orangtua siswa, maklumlah kantong sudah banyak yang terkuras untuk keperluan lebaran.

Dalam pendaftaran siswa baru, pihak sekolah maupun dinas tidak ada mewajibkan siswa untuk membeli buku paket maupun LKS. Untuk buku paket,pengadaannya menggunakan dana BOS dan bersifat inventaris.

Kita semua berharap manfaat KIP harus digunakan sebesar-besarnya untuk keperluan sekolah dan tidak digunakan untuk hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan sekolah.

Jangan malah digunakan untuk hal lain yang di luar keperluan sekolah,semisal untuk membeli pulsa dipakai untuk hal konsumtif lain. (*)

Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved