Setelah Mudik Jangan Lupa Service Kendaraan, Perlu

Setelah menjalani perjalanan mudik Lebaran yang panjang,dengan kendaraan pribadi roda empat maupun kendaraan roda dua

Penulis: Niko Firmansyah | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUN JAMBI/ALDINO
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah menjalani perjalanan mudik Lebaran yang panjang,dengan kendaraan pribadi roda empat maupun kendaraan roda dua, service pun kembali diperlukan sama halnya sebelum melakukan mudik lebaran.

"Kembali ke bengkel usai mudik sebaiknya perlu dilakukan agar kendaraan tetap prima ketika akan digunakan kembali untuk aktivitas rutin," Kata Service Advisor Daihatsu, Nanda Triyadi kepada Tribun Kamis (6/7).

Menurut Nanda beberapa hal perlu diperhatikan usai melakukan perjalanan mudik seperti kopling, rem,oli mesin hingga kondisi ban.

Ia mengatakan terkadang kondisi jalan juga tidak selalu bagus, kadang melewati jalan bergelombang dan berlubang, jadi perlu diperiksa kondisi kaki-kaki, apakah ada kebocoran di Shock Breaker dan lain-lain, juga kondisi ban dan mungkin diperlukan spooring untuk memastikan kondisi roda-roda.

"Kalau kondisi bannya masih bagus, keausannya masih dibatas normal dan tidak bocor tidak perlu diganti," ujarnya.

Hal yang serupa harus diperhatikan dengan kendaraan roda dua, Service Advisor Honda Robby Setiawan menjelaskan, bagian yang rentan mengalami masalah setelah melibas medan-medan jalan yang dilalui ada di sektor kaki-kaki menjadi bagian yang perlu diperiksa.

Ia menambahkan komponen pertama yang rentan terjadi kerusakan usai melibas jalan bergelombang adalah leher atau bearing roda. Komponen yang menjadi bantalan antara pelek dengan as roda ini rentan oblak bila sering melintasi jalan rusak dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Gejala bearing yang sudah mulai oblak adalah sepeda motor terasa goyang saat digeber pada kecepatan di atas 70 km/jam.

Menurutnya apabila dibiarkan terus-menerus, tak menutup kemungkinan bearing yang sudah oblak akan pecah dan membuat as dan pelek terikat akibat bearing yang pecah dan macet.

Setelah itu dikatakannya dampak yang bisa saja dialami oleh pemotor yang sering melibas jalan bergelombang adalah pelek rodanya peyang.

Gejala ini lebih sering dialami oleh sepeda motor yang masih menggunakan pelek jari-jari.

Ia mengatakan pelek peyang juga bisa dialami jika sepeda motor menghajar lubang dengan kecepatan tinggi hingga membuat satu diantara bagian pelek bengkok. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved