Nah, Para Agen Cabai Merugi, Ini Sebabnya
Dari hasil pantauan Disperindag Provinsi Jambi, Selasa (4/7) di sejumlah Pasar tradisional, cabai merah besar mengalami kenaikan harga
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Awang Azhari
Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi menemukan adanya gejolak harga khususnya Cabai dibeberapa pasar tradisional di Kota Jambi.
Dari hasil pantauan Disperindag Provinsi Jambi, Selasa (4/7) di sejumlah Pasar tradisional, cabai merah besar mengalami kenaikan harga dari Rp.14.000 menjadi Rp.22.000 atau sebesar Rp,8.000,-(+57%).
Kemudian cabe merah keriting juga mengalami kenaikan harga dari Rp.16.000 menjadi Rp.24.000 atau sebesar Rp,8.000,-(+50%).
Pelaksana Tugas (Plt) Disperindag Provinsi Jambi, Edy Sungkono mengatakan kenaikan harga cabai tersebut disebabkan menurunya harga yang terjadi dalam sepekan sebelumnya. Hal hasil, banyak para agen mengurangai pasokan cabai dikarenakan banyak yang merugi.
"Jadi para agen mengurangi pasokan, mereka rugi karena sebelumnya harga cabai murah sekali," katanya.
Melihat situasi ini, pihaknya akan segera melakukan koordinasi kepada para agen agar tidak terjadi kenaikan harga terus menerus.
"Malam nanti (kemarin) kita akan ke pasar Angso Duo, untuk melihat secara lamgsug dan berkoordinasi dari para agen," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/14112016_cabai-merah_20161114_135008.jpg)