Abadi Ditemukan Meninggal di Ladang
Warga Desa Tambak Tinggi, Kecamatan Depati Tujuh mendadak hebohkan dengan penemuan sosok mayat
Penulis: hendri dede | Editor: Awang Azhari
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Warga Desa Tambak Tinggi, Kecamatan Depati Tujuh mendadak hebohkan dengan penemuan sosok mayat. Setelah diketahui mayat tersebut ternyata Abadin (62) yang ditemukan oleh warga sekitar pukul 22.00 Wib, Senin (3/7).
Sebelum ditemukan meninggal, keluarga sempat melakukan pencarian, karena sampai pukul 19.30 wib Abadi belum pulang dari ladang. "Sebelumnya korban tidak pernah terlambat pulang, makanya keluarga cemas dan mencari korban," kata Usman seorang keluarga yang ikut mencari korban.
Setelah beberapa menit mencari, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak sadar. "Korban dibawa pulang ke rumah. Diduga sudah meninggal dunia. Namun untuk memastikan hal itu, korban dibawa ke rumah sakit umuk Mayjend HA Thalib," tambahnya lagi.
Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Keluarga sepakat tidak melakukan penuntuk secara hukum atau secara adat. Keluarga sudah merelakan kematian korban," bebernya.
Kapolsek Air Hangat Timur, IPTU Iswanto dikonfirmasi mengakui adanya penemuan mayat di areal perladangan desa Tambak Tinggi.
Kronologi kejadian pada Senin 3 Juli 2017 pada Jam 19.30 Wib korban an Abadi belum pulang dari kebunnya, oleh sebab itu keluarganya melakukan pencarian. Karena sebelumnya korban tidak pernah telambat pulang ke rumah, dengan adanya hal tersebut pihak keluarga pergi mencarinya dan menyusulnya ke ladang milik korban yang terletak di Daerah Perkebunan Desa Tambak tinggi, pencarian di lakukan oleh 8 (delapan) orang keluarganya.
Dalam pencarian tersebut keluarga yang mencari di pecah menjadi 2 (dua) tim, Usman, Ari, dan Afdal mencari di ladang miliknya di hilir wilayah perkebunan, sedangkan yang lainnya mencari ke arah Kawasan tebat Gedang Desa Belui Tinggi.
"Pada Jam 21.30 wib oleh Usman dkk setibanya di ladang milik korban di hilir wilayah perkebunan, langsung menemukan korban sudah tergeletak tidak sadarkan diri ( di perkirakan sudah meninggal dunia) di ladang tersebut," terang Kapolsek.
Kemudian korban di bawa keluarga ke rumah korban, pada Jam 22.00 wib keluarga langsung membawa ke rumah sakit Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh guna untuk di lakukan pemeriksaan. Setelah di lakukan pemeriksaan pihak keluarga yang di wakili oleh anak korban Hengusi (39) mengeluarkan pernyataan yang di tuangkan di atas surat pernyataan tidak menuntut secara hukum negara maupun hukum adat dan tidak ingin kasus ini di perpanjang lagi sehubungan dengan meningga orantuanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kerinci_20170704_204220.jpg)