EDITORIAL

OTT dan Perampokan

JELANG lebaran aksi kejahatan perampokan marak terjadi. Bahkan pelaku perampokan saat ini tak segan-segan menggunakan kekerasan yang berujung...

Editor: Duanto AS

JELANG lebaran aksi kejahatan perampokan marak terjadi. Bahkan pelaku perampokan saat ini tak segan-segan menggunakan kekerasan yang berujung kematian pada korbannya.

Perampokan yang terjadi di SPBU Daan Mogot Jakarta (9/6) lalu, menewaskan seorang pimpinan koperasi, Davidson Tantono (30). Uang tunai yang dirampas berjumlah Rp 350 juta. Adapun uang itu direncanakan untuk membayar THR bagi karyawannya. Tidak hanya merampok, Davidson juga ditembak di bagian kepala.

Tiga hari kemudian Senin (12/), Italia Chandra Kirana Putri (22), mahasiswa kedokteran gigi Universitas Trisakti juga tewas ditembak perampok yang berusaha mencuri sepeda motornya di Karawaci Tangerang.

Aksi perampokan bersenpi juga terjadi di Jambi, tepatnya di di Kabupaten Merangin. Jika Mei lalu uang tauke karet Rp 300 juta berhasil dibawa kabur, kali ini kawanan rampok berhasil membawa kabur uang ADD senilai Rp 200 juta.

Perampokan diawali pendobrakan pintu oleh dua orang tak dikenal, kemudian menodongkan senpi pada si empunya rumah seraya membentak menanyakan letak uang. Terancam dengan pistol di depan mata, mereka pun memberi tahu letak uang yang disimpan oleh Samsudin di atas plafon rumah.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang lebaran dan banyaknya uang beredar di masyarakat diduga menjadi penyebab utama maraknya tindak perampokan hingga penjambretan. Desakan kebutuhan membuat pelaku kalap mata, bahkan tak segan sampai memakan korban nyawa.

Imbauan berhati-hati pun kerap disampaikan. Mulai dari pengawalan dari aparat keamanan untuk warga yang membawa uang dalam jumlah banyak. Penggunaan kunci ganda kendaraan, hingga imbauan untuk tidak menyimpan uang dalam jumlah besar di rumah.

Kehati-hatian juga perlu ditingkatkan. Kejelian pelaku menandai orang-orang yang membawa uang dalam jumlah banyak seperti sudah terpetakan sejak mereka mengintai calon korban.

Berbeda dengan perampokan dengan pemaksaan, dalam pekan ini publik juga dikejutkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat daerah. Pertama, penangkapan tiga pimpinan DPRD Mojokerto dan kepala dinas PU kabupaten setempat. Mereka terjaring OTT KPK 16 Juni lalu, atas dugaan penyuapan.

Kemarin, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istri Lili Madari juga diamankan di Mapolda Bengkulu oleh petugas KPK. Ikut diamankan bersama keduanya beberapa orang kontraktor lokal.

Baik perampokan maupun praktik suap/korupsi sama-sama bentuk tindak pidana memperkaya diri dengan mengorbankan hak-hak orang lain. Meski dua bentuk kejahatan ini tidak hanya terjadi jelang Ramadan, semoga dapat menjadi pelajaran untuk masyarakat untuk lebih waspada.

Begitupun terhadap pelaku kejahatan, diharapkan melalui ketegasan sikap aparat keamanan atau KPK dan perangkat hukum lainnnya diharapkan ke depannya kejahatan serupa dapat ditekan dari bumi pertiwi.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved