Polri akan Kirim Tim untuk Periksa Keterangan Novel, KPK Sebut Perlu Koordinasi dengan Dokter

Tim ini bertugas memeriksa Novel Baswedan soal pernyataannya yang menyatakan ada dugaan kasus teror siraman air keras

Polri akan Kirim Tim untuk Periksa Keterangan Novel, KPK Sebut Perlu Koordinasi dengan Dokter
Repro/KompasTV
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dibawa dengan menggunakan kursi roda saat akan diterbangkan ke Singapura dari RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian berencana mengirim tim penyidik ke Singapura.

Tim ini bertugas memeriksa Novel Baswedan soal pernyataannya yang menyatakan ada dugaan kasus teror siraman air keras yang dialaminya melibatkan perwira tinggi di Polri.

Alhasil penyelidikan selama dua bulan yang dilakukan tim gabungan Polda Metro tidak kunjung membuahkan hasil.

Dikonfirmasi ke pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal pemeriksaan Novel, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan untuk pemeriksaan Novel perlu koordinasi dengan dokter.

"‎Soal pemeriksaan pastinya kita perlu tahu pendapat dokter, karena ada kondisi sensitif soal mata Novel. Ini bisa berpengaruh," ujar Febri, Sabtu (17/6/2017).

Febri melanjutkan ‎sejak awal, Polri sudah menyatakan akan serius menangani kasus Novel.

Menurutnya tanpa harus memeriksa Novel secara intensif, pengungkapan kasus bisa dilakukan.

Terlebih saat Novel masih dirawat di Jakarta, beberapa petinggi Polri sudah menemui Novel.

Termasuk saat Novel berada di Singapura, penyidik sudah menemui Novel dan Novel memberikan foto terduga pelaku.

"Menurut kami Polisi bisa melakukan penyidikan dengan sarana dan prasarana yang ada," kata Febri.

Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved