Itikaf di Masjid di Banjarmasin, Jemaah Bisa Pesan Makanan Kesukaan dan Antaran Laundry

Menjadi kebiasaan di setiap 10 hari akhir Ramadan, Masjid Al Jihad Banjarmasin dihuni jemaah yang melakukan iktikaf.

Itikaf di Masjid di Banjarmasin, Jemaah Bisa Pesan Makanan Kesukaan dan Antaran Laundry
BANJARMASIN POST/FUL
Suasana ruang induk Masjid Al Jihad Banjarmasin 

TRIBUNJAMBI.COM, BANJARMASIN - Menjadi kebiasaan di setiap 10 hari akhir Ramadan, Masjid Al Jihad Banjarmasin dihuni jemaah yang melakukan iktikaf.

Iktikaf bisa dimaknai berdiam diri di dalam masjid dalam rangka mencari keridaan Allah dan bermuhasabah atas perbuatannya.

Perenungan atau masa pencarian rida tersebut, dilakukan sejumlah orang selama 10 hari hingga menjelang Idul Fitri.

Siapa saja diperbolehkan untuk melaksanakan iktikaf itu.

Dijelaskan oleh Koordinator Remaja Masjid Al Jihad Banjarmasin, Faisal Abdat, jemaah yang beriktikaf akan melaksanakan perenungan diri selama 10 hari.

Berbagai kegiatan berfaedah dan diharapkan berpahala serta menghapus dosa, dilakukan pada iktikaf tersebut.

Beberapa kegiatan ibadah tersebut, di antaranya tadarus Alquran, dzikir dan istigfar.

"Pada saat 10 hari di akhir Ramadan ada iktikaf atau perenungan diri. Jemaah yang iktikaf biasanya melakukan kegiatan ibadah dan tidak boleh keluar masjid, " ucap Faisal.

Segala sesuatu yang dibutuhkan jemaah yang melakukan iktikaf, biasanya disiapkan dan disediakan panitia takmir, yang direkrut dari remaja masjid di Jalan Cempaka Besar No 24 Banjarmasin tersebut.

Buka puasa, sahur bahkan pengantaran laundry baju pun dilakukan panitia, agar jemaah iktikaf tetap khusyuk melaksanakan ibadahnya dalam mencari keridaan Illahi.

Halaman
123
Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved