EDITORIAL
Lebih Lama di Sekolah
TAHUN ajaran 2017-2018 mendatang, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan sekolah lima hari.
TAHUN ajaran 2017-2018 mendatang, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan sekolah lima hari. Kegiatan belajar mengajar (KBM) akan berlangsung dari Senin-Jumat. Libur sekolah akan jadi dua hari, pada Sabtu-Minggu.
Sekolah lima hari itu berlaku bagi siswa di semua tingkatan. Mulai dari sekolah dasar hingga menengah atas termasuk sekolah kejuruan. Penerapannya akan berlaku secara nasional.
Konsekuensinya, jam belajar bertambah menjadi delapan jam. Siswa akan pulang pukul 16.00. Full day school, begitu istilah yang digunakan untuk merujuk program ini.
Full day school ini, memang terlambat ditetapkan pemerintah. Jauh sebelum rencana ini mencuat, sejumlah sekolah swasta sudah memberlakukan hal ini. Umumnya, sekolah-sekolah berbasis Islam. Tak terkecuali di Kota Jambi.
Bagi sebagian sekolah yang sudah menerapkan jam pelajaran hingga sore hari, mungkin tidak menjadi masalah. Sebab, pihak sekolah sudah menyiapkan semuanya. Yang menjadi persoalan, bagi sekolah yang belum terbiasa pasti harus beradaptasi. Sebab, pasti ada sekolah yang tidak memiliki fasilitas dan daya dukung yang dibutuhkan.
Apalagi, kegiatan belajar mengajar selama delapan jam dalam satu hari tersebut membutuhkan konsentrasi ekstra, tenaga ekstra, bahkan mungkin uang saku ekstra bagi para siswa. Tentunya, wali murid atau orangtua siswa harus menyiapkan uang saku atau bekal lebih untuk anak-anak mereka.
Sisi positifnya jika diterapkan rencana full day school ini, siswa-siswa akan lama berada di sekolah. Tentunya, mereka lama di sekolah diisi dengan pelajaran ataupun ekstrakulikuler yang bisa membikin mereka merasa betah.
Sisi positif lain, guru bisa memantau perkembangan anak didiknya cukup lama. Dan siswa-siswi juga tidak mempunyai pikiran lain selain belajar. Contohnya, kebanyakan sekolah yang belum menerapkan full day school, siswa yang jam pelajarannya cuma sampai siang, mereka banyak yang tidak langsung pulang ke rumah.
Banyak siswa yang jam pulang sekolah malah nongkrong di warung internet, di tempat-tempat keramaian. Tidak langsung pulang ke rumah. Ada baiknya, full day school dimaknai sebagai niatan positif pemerintah yang setidaknya sudah teruji di banyak sekolah yang lebih dulu menerapkannya. (*)