Serba serbi Ramadan

Main Petasan Bisa Dipidana

Maraknya penggunaan petasan atau bunga api di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh membuat masyarakat terganggu. Kondisi

Main Petasan Bisa Dipidana
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Maraknya penggunaan petasan atau bunga api di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh membuat masyarakat terganggu. Kondisi ini sangat dirasakan terutama di bulan Ramadan. Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga yang menjalankan ibadah puasa dan menyambut hari Raya idul Fitri Polres Kerinci mengeluarkan imbauan

Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto mengeluarkan maklumat (imbauan) pada Sabtu 10 Juni 2017 tentang Peraturan penggunaan bunga api dan larangan penggunaan semua jenis petasan. Maklumat ini berdasarkan UU tentang Bunga Api Tahun 1932, Lembaran Negara No 41 Tahun 1940, UU No 13 Tahun 1951 dan Peraturan Kapolri no 2 tahun 2008.

Dilarang mengunakan bunga api di tempat ibadah, pemukiman warga, rumah sakur, sekolah, bandara, terminal, pusat perbelanjaan, perkantoran pemerintah/swasta , bank. Untuk petasan (marcon) dilarang atau tidak diperbolehkan sama sekali.

Kapolres Kerinci melalui Kasat Intel AKP Yusrizal Bukhari menyampaikan. Maklumat Kapolres Kerinci tentang aturan penggunaan bunga api dan larangan penggunaan petasan. Untuk membuat rasa nyaman pada masyarakat, serta untuk menghindari terjadinya hal yang bisa mengganggu Kamtibmas.

Mengimbau supaya semua pihak untuk mematuhi maklumat ini. Apa bila ada yang melanggar akan ditindak tegas dan dapat di beri sanksi pidana sesuai UU yang berlaku.

"Maklumat ini untuk membuat warga lebih nyaman dalam menjalankan ibadah. Semoga bisa di pahami. Apa bila ada yang melanggar akan di tindak tegas dan dipidana sesuai UU yang berlaku," ujarnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved