Ini Imbas ke Indonesia, Terkait Putusnya Hubungan 7 Negara dengan Qatar
Para duta besar negara-negara terkait pun telah dihubungi oleh Retno melalui video conference untuk mencari jalan tengah permasalahan ini.
TRIBUNJAMBI.COM - Putusnya hubungan tujuh negara terhadap Qatar secara tidak langsung berimbas juga pada Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Menurut Retno, putusnya hubungan tujuh negara terhadap Qatar tersebut berimbas pada sektor perdagangan Indonesia.
"Perdagangan akan terimbas karena kan dengan ada penutupan akses udara, laut dan darat," ujar Retno di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/6/2017), dikutip dari Tribunnews.com.
Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, Retno berencana untuk berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk menghitung sejauh mana dampak yang akan dirasakan terhadap ekspor Indonesia.
Ada jalur yang diperhatikan dalam koordinasi kedua menteri tersebut, yakni jalur laut.
Para duta besar negara-negara terkait pun telah dihubungi oleh Retno melalui video conference untuk mencari jalan tengah permasalahan ini.
"Kan kemungkinan juga dampaknya adalah pada wisatawan yang datang ke Indonesia yang memakai penerbangan Qatar yang berasal dari negara sekitar Qatar," ucap Retno.
"Kalau kargo melalui udara tidak bermasalah karena penerbangan Jakarta-Doha tidak terdampak sama sekali dengan perkembangan yang baru ini," kata Retno.
Sebanyak tujuh negara yang tergabung dalam koalisi Arab diketahui telah memutuskan hubungan dengan Qatar.
Ke tujuh negara tersebut adalah Yaman, Maladewa, Mesir, Bahrain, Libya, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Dikutip dari Kompas.com, ke tujuh negara tersebut menuding Qatar telah melakukan langkah yang mengganggu keamanan kawasan Teluk.
Lebih jauh mereka menuding jika Qatar telah mendukung kelompok-kelompok teroris, seperti Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan Al Qaeda.
SPA, kantor berita Arab Saudi mengungkapkan jika Riyadh telah menutup perbatasannya dan memutus seluruh kontak darat, laut dan udara dengan negara di Semenanjung Arab itu.
Namun Qatar menilai jika tudingan dan keputusan ke tujuh negara tersebut tidak bisa dibenarkan dan tidak berdasarkan pada fakta-fakta.
Perpecahan ini merupakan hal serius antara negara-negara kuat di Teluk, yang diketahui merupakan sekutu-sekutu dekat Amerika Serikat.
Belakangan ini juga terjadi ketegangan antara negara-negara Teluk dengan Iran.
Qatar juga dituding oleh Arab Saudi melakukan kerja sama dengan milisi yang mendukung Iran. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)