Kata Komnas HAM: Polisi Jangan Terlalu Lama Ungkap Kasus Novel Baswedan

Sudah hampir dua bulan, masih belum ada titik terang dalam kasus teror terhadap Kasatgas Korupsi kasus e-KTP, Novel Baswedan.

Kata Komnas HAM: Polisi Jangan Terlalu Lama Ungkap Kasus Novel Baswedan
Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) yang juga keluarga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kanan) menjenguk Novel di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4/2017). Penyidik KPK Novel Baswedan mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat dirinya mengalami luka serius di sekitar wajah.(TRIBUNNEWS / HO) 

TRIBUNJAMBI.COM - Sudah hampir dua bulan, masih belum ada titik terang dalam kasus teror terhadap Kasatgas Korupsi kasus e-KTP, Novel Baswedan.

Beberapa orang sempat diamankan penyidik Polda Metro dan menjalani pemeriksaan 1x24 jam, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi kinerja Polda Metro Jaya, Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution mengatakan pengungkapan kasus ini berpengaruh besar pada reputasi kepolisian.

"Kasus Novel itu ujian buat bangsa, KPK dan ujian kepolisian tentang reputasinya. Kalau tidak diselesaikan cepat, kami khawatir ada ketidakpercayaan dari publik yang malah merugikan Polri," ungkap Maneger, ‎Selasa (6/6/2017).

Selain itu, Maneger juga mengkhawatirkan ada siar ketakutan pada publik khususnya masyarakat sipil yang konsen pada isu pemberantasan korupsi.

Untuk mendukung pengungkapan kasus ini, Maneger mengaku telah membentuk tim investigasi yang terus mencari data dan fakta di lapangan.

Lebih lanjut, komisioner Komnas HAM yang lain, Natalius berpendapat dalam kasus ini, kepolisian ada di garda terdepan untuk melakukan proses hukum yang jujur dan adil.

"Ekspektasi publik yang berlebihan di kasus ini jelas supaya kejadian serupa tidak terulang," singkatnya.

Terakhir, komisioner Komnas HAM, Hafidz Abbas menjelaskan dalam kasus ini, Polri terlalu lama delay dibandingkan mengungkap kasus lain.

"Kasus lain relatif singkat diselesaikan seperti bom Thamrin, bom Kampung‎ Melayu dan teror Poso. Untuk kasus Novel, Polri terlalu lama delaynya," tegasnya.

Editor: rahimin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved