Delapan Titik Hotspot di Sarolangun, ini Sebarannya

Hotspot yang terpantau terdapat di dua Kecamatan yakni, Kecamatan Limun dan Kecamatan Pauh. Di Kecamatan Limun terdapat dua titik api

Delapan Titik Hotspot di Sarolangun, ini Sebarannya
bmkg
Ilustrasi hotspot terpantau dari satelit 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejumlah kawasan di Kabupaten Sarolangun terbakar, Selasa (6/6).

Sedikitnya ada delapan titik api atau Hotspot yang terpantau di Kabupaten Sarolangun.

Hal tersebut dibenarkan langsung oleh, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sarolangun, Joko Susilo ditemui, Selasa (6/6).

“Ya, saya baru mendapat informasi bahwa terdapat delapan titik hotspot di Kabupaten Sarolangun hari ini,” kata Joko.

Diungkapkannya, titik hotspot yang terpantau terdapat di dua Kecamatan yakni, Kecamatan Limun dan Kecamatan Pauh. Di Kecamatan Limun terdapat dua titik api, yaitu di Desa Tambang Tinggi.

“Di Kecamatan Pauh titik api terdapat di Desa Danau Serdang tiga titik, Desa Perdamaian satu titik, dan Desa Dam Siambang dua titik,” katanya.

Setelah mendapat informasi tersebut sebutnya, pihaknya langsung menurunkan petugas kelapangan. Tugasnya melihat langsung keberadaan titik api dan mencari tahu penyebab terjadinya titik api.

“Petugas kita sedang di lapangan saat ini, untuk melihat penyebab munculnya titik api. Apakah karena faktor alam atau karena faktor manusia,” ungkapnya.

Munculnya titik api akhir-akhir ini, Dia berharap tim Karhutla bisa bekerja bersama.

Hal ini agar bencana kebakaran tidak kembali terjadi di Kabupaten Sarolangun.

“Saat ini cuaca cukup ekstrem, jadi kami berharap ada upaya pencegahan sejak awal, agar tidak ada lagi bencana kebakaran di Sarolangun seperti sebelumnya,” pungkasnya.

Terpisah Kapala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun, Mulyadi dikonfirmasi mengatakan, bahwa titik api sebelum juga pernah terdeteksi di Sarolangun. Dimana saat itu terdapat dua titik api di Kecamatan Pauh.

“Kamarin juga ada dua titik api. Tapi saat ini telah ditanggani, kita turun bersama TNI,” kata Mulyadi.

Diungkapkannya, dua titik api yang telah dipadamkan itu terjadi akibat ulah manusia. Yakni pembakaran lahan yang dilakukan warga.

“Titik apinya terjadi akibat pembakaran lahan yang dilakukan warga,” pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved