Breaking News:

Alasan Kakek Penjual Abu Ini Tetap Berpuasa Meski Sahur dan Buka Hanya Air Putih Bikin Haru

Kakek penjual abu gosok di bilangan Jakarta ini mengaku tak pernah makan saat sahur dan berbuka puasa.

Editor: Nani Rachmaini
facebook
Kakek penjual abu gosok di sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah. 

"Tidak usah banyak2 pak, berapa harganya?"

"3000 ribu neng"

Saya terdiam, untuk seplastik abu gosok beliau hanya menjual 3000 rupiah. Benar2 nominal yg tdk ada apa2nya utk jaman skrg.

Saya pun bayar, memberi dengan lebih berniat bukan untuk menganggapnya peminta2 tapi karna simpati saya sebagai manusia (bukan utk riya hanya berbagi kisah).

Setelah saya bayar, begitu banyak doa yg beliau layangkan utk saya sambil mencoba duduk kembali.

Karena memang sudah lama sekali sy mencari kakek ini, moment ini pun saya gunakan utk sedikit bertanya ttg kehidupannya.

"Bapak tinggal dimana?"

"Deket, di deket bengkel las daerah pisangan"
(Saya menyimak)

"Saya tinggal numpang sama orang, anak saya tinggal di cikarang. Perut saya sakit neng, selama puasa gak pernah makan karena gak ada apa2 dirumah. Saur sm buka cuma pake air putih aja"

Suaranya terdengar parau menahan tangis.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved