Breaking News:

Alasan Kakek Penjual Abu Ini Tetap Berpuasa Meski Sahur dan Buka Hanya Air Putih Bikin Haru

Kakek penjual abu gosok di bilangan Jakarta ini mengaku tak pernah makan saat sahur dan berbuka puasa.

Editor: Nani Rachmaini
facebook
Kakek penjual abu gosok di sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah. 

Beliau kakek tua yang giat mengais rezeki, tak peduli tubuh renta, tak peduli sengatan matahari.

Berjalan pagi dari rumah membawa gerobak kecil miliknya yang berisi "bola kecil dan abu gosok".

Fikirnya saya saat tahu pertama kali apa yang beliau jual "jaman sudah se-modern ini sudah jarang sekali yg menggunakan abu gosok".

Namun, beliau tidak menyerah. Tidak menjadikan ke-rentaannya utk meminta belas kasih seseorang.

Itu yang saya patut acungi jempol.

Pagi ini, ketika ingin berangkat ke kampus.

Saya bertemu kakek ini sedang duduk di pinggir jalan dengan lemahnya.

Sontak saya berhenti, berniat membeli se-plastik abu gosok utk membantunya. Sebab jika saya hanya memberinya uang, sy takut beliau tersinggung.

"Pak, beli abu gosoknya ya" berkali2 saya berkata, beliau hanya terdiam. Ternyata, pendengaran beliau terganggu. Saya mengencangkan suara dan beliau akhirnya mendengar.

Dengan tergopoh2 utk berdiri beliau menyiapkan abu gosok pesanan saya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved