Pengaspalan Jalan Tanco Molor, Warga Pertanyakan Kinerja PU
Warga desa yang berada di kawasan Tanah Cogok (Tanco) mempertanyakan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Penulis: hendri dede | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Warga desa yang berada di kawasan Tanah Cogok (Tanco) mempertanyakan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci. Pasalnya hingga memasuik awal Juni 201u pengaspalan jalan Tanco yang kondisinya parah belum juga dimulai dikerjakan.
Padahal sebelumnya dinas PU menargetkan pada bulan Mei sudah dimulai pengaspalan jalan dari Pondok Beringin, kecamatan Sitinjau Laut sampai desa Ujung Pasir, kecamatan Danau Kerinci. Kondisi menjadi keluhan dari masyarakat. Bahkan warga mendesak PU mengutamakan jalan menuju destinasi wisata tersebut.
Dari pantauan Tribun, kondisi jala 70 persen jalan sudah berlubang dna digenangi air. Bahkan sudah ada warga yang secara sukarela menimbun jalan tersebut tanoa bantuan pemerintah. "Belum ada tanda-tanda akan diberbaiki jalan ini, memang dijanjikan pemerintah akan dibangun tahun ini bulan Mei. Kami meminta dipercepat. Karena kondisinya semakin parah," ungkap Khafis warga desa Bunga Tanjung, Kamis (1/6).
Warga lainnua juga menyampaikan hal yang sama. Seharusnya menurut warga bulan Mei sudah mulai diperbaiki. Sementara ini sudah memasuki semester II tahun anggaran 2017. "Patut dipertanyakan kinerja PU. Sudah pertengahan tahun proyek jalan belum juga jalan. Padahal kondisi jalan sudah memprihatinkan," kata warga lainnya.
Warga mengharapkan pemerintah turun lapangan melihat kondisinya. Selain itu mendesak PU dalamproses tendern sehingga pihak ketiga bisa mempercepat proses pengaspalan.
Kabid Bina Marga PUPR Kerinci, Vidra mengatakan saat ini masig dalam proses. Ia menjelaskan ada hambatan dalam pelaksaaan tender. Sehingga pelaksanaan program fisik terhambat. Hal tersebut, karena turunnya Permen Kementerian PUPR terkait proses pelaksanaan tender. Harus memaksa pihaknya merubah sejumlah syarat dalam pelaksanaan tender di Dinas PU Kerinci.
Beberapa diantaranya yang mengalami perubahan yakni analisa harga dari standar harga barang. Jadi, sejumlah syarat pelaksanaan tender pun menjadi berubah. "Proses tender masih jalan, ada perubahan dalam analisa harga karena turunnya Permen," jelasnya
Sebelumnya, Sekretaris PUPR Kerinci, M. Zukri, mengatakan, untuk dana perbaikan jalan Tanco sebelumnya telah diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kerinci sebesar Rp7,5 miliar.
Ini rencananya untuk perbaikan jalan dari Desa Pondok Beringin, Kecamatan Setinjau Laut, sampai Desa Koto Iman, Kecamatan Danau Kerinci. Namun hanya disetujui DPRD sebesar Rp 2,5 miliar.
"Jalan dari desa Pondok Beringin, Kecamatan Setinjau Laut sampai desa Koto Iman, Kecamatan Danau Kerinci direncanakan akan diaspal. Tapi karena anggarannya terbatas, paling sekitar 3 kilometer saja," jelasnya.
Dia mengatakan alasan dewan saat pembahasan anggaran, karena banyak jalan lain di Kabupaten Kerinci yang kondisinya rusak. Sehingga anggaran pengaspalan jalan dari Ujung Pasir ke Koto Iman dianggarkan pada 2018 mendatang. "Banyak pertimbangan dewan. Anggaran digunakan perbaikan jalan lain. Jadi yang belum diaspal, terpaksa dianggarkan pada 2018 lagi," katanya. (Hdp)