Kesepakatan Freeport, Bangun Smelter dalam Lima Tahun

"Ya kita kasih batas waktu sampai 5 tahun. Sampe tahun 2022 udah harus bangun smelter," ungkap Teguh Pamudji di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat

Kesepakatan Freeport, Bangun Smelter dalam Lima Tahun
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Freeport. 

TRIBUNJAMBI.COM - PT Freeport Indonesia (PT FI) akhirnya sepakat untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter. Rencananya, smelter tersebut bisa beroperasi pada 2022.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Teguh Pamudji menuturkan berdasarkan kesepakatan Freeport diberi waktu lima tahun untuk membangun smelter.

"Ya kita kasih batas waktu sampai 5 tahun. Sampe tahun 2022 udah harus bangun smelter," ungkap Teguh Pamudji di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (31/5).

Namun belum diketahui apakah Freeport akan membagun smelter sendiri atau bekerja sama dengan pihak lainnya yang selama ini diisukan akan bekerja sama dengan PT Antam (Persero).

"Enggak, dia tidak bicara. Toh regulasi kita mengatakan dia boleh bekerjasama dengan pihak lain untuk bangun smelter," tutur Teguh Pamudji.

Meski sudah ada kesepakatan mengenai pembangunan smelter konsolidasi diantara keduanya akan kembali diadakan minggu depan.

Tahap dua atau tahap panjang negosiasi ini akan empat poin negosiasi yakni stabilitas investasi, terkait ketentuan fiskal baik pusat maupun daerah, kemudian divestasi, ketiga tentang kelangsungan operasi setelah 2021 dan pembangunan smelter. (Apfia Tioconny Billy)

Editor: duanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved