EDITORIAL

Jambi Sudah Ada Teroris?

Hasil pergerakan hampir seminggu setelah kasus di Kampung Melayu, Densus 88 meringkus duga terduga teroris di Kota Jambi, Selasa (29/5) malam

Editor: Duanto AS

INGATAN publik tentu masih segar soal berita ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5). Berita tersebut menjadi hangat, karena menewaskan tiga petugas kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi.

Tak hanya korban tewas, sejumlah polisi dan warga yang melintas di sekitar lokasi juga menderita luka.
Pascaledakan tersebut, Densus 88 Mabes Polri bergerak cepat. Beberapa tempat di luar Jakarta digerebek. Sejumlah terduga yang terkait kasus bom Kampung Melayu ikut diamankan.

Hasil pergerakan hampir seminggu setelah kasus di Kampung Melayu, Densus 88 meringkus duga terduga teroris di Kota Jambi, Selasa (29/5) malam tepatnya di Kampung Bugis RT 35 Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kotabaru.

Penangkapan ini merupakan peristiwa yang membuat tersentak warga Kota Jambi dan sekitarnya. Penangkapan terduga teroris ini baru pertama kali di Kota Jambi. Ya, pasti sangat menghebohkan. Sebab, kota yang dianggap aman ini, rupanya menjadi tempat persembunyian terduga teroris.

Masih beruntung, aparat bertindak cepat. Saat penangkapan terduga teroris itu tidak ditemukan bom atau bahan-bahan peledak lainnya. Jika penangkapan ini tidak cepat dilakukan, kita tidak bisa menduga peristiwa apa yang bakal terjadi ke depannya.

Dengan adanya penangkapan terduga teroris ini, kita harus berhati-hati. Bukan tidak mungkin jika tidak tidak ada penangkapan ini, terduga teroris ini bisa menjadi kelompok besar. Sebab, dia bisa berbaur tinggal di tengah pemukiman yang padat tanpa diketahui tetangga sekitar apa latar belakangnya. Apalagi, terduga teroris ini tidak melapor ke ketua rukun tetangga setempat.

Ini juga jadi peringatan bagi kita. Musti waspada dengan orang sekitar yang tidak kita kenal. Apalagi jika itu tinggal berdekatan dengan tempat tinggal kita. Kita perlu menanyakan ke orang tidak dikenal tersebut, asal usulnya. Jika mencurigakan, segera lapor ke Ketua RT atau ke aparat kepolisian yang terdekat.

Dalam hal ini, pencegahan teroris itu bukan dilakukan aparat keamanan saja. Walau aparat atau lembaga terkait selalu sosialisasi tentang terorisme, semuanya juga perlu berperan. Tidak ada artinya aparat atau lembaga terkait sosialiasi, Ini perlu juga kesadaran kita sebagai warga. Jangan biarkan aparat bekerja sendirian untuk menumpas teroris. Kerja sama dari masyarakat juga perlu dibutuhkan.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved