Yang Benar Umat Muslim atau Umat Islam?

Menjelang dan selama bulan Ramadhan atau puasa, pun saat hari raya Idul Fitri alias lebaran, kita akan terbiasa mendengar dan melihat ucapan-ucapan

Editor: bandot

TRIBUNJAMBI.COM - Menjelang dan selama bulan Ramadhan atau puasa, pun saat hari raya Idul Fitri alias lebaran, kita akan terbiasa mendengar dan melihat ucapan-ucapan selamat.

Contohnya “Selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Islam” atau terkadang “Selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat muslim”.

Terlihat sama saja?

Tentu saja sebagian besar dari kita akan melihat kedua ucapan tersebut memiliki arti yang sama.

Padahal, jika diperhatikan, ada penggunaan kata yang kurang tepat di dalamnya.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata umat memiliki arti (1) ‘para penganut (pemeluk, pengikut) suatu agama; penganut nabi’ atau (2) ‘makhluk manusia’.

Maka dari itu, penggunaannya harus diikuti dengan nama agama atau nama nabi. Contohnya adalah ungkapan umat Islam atau umat Nabi Nuh.

Sementara itu, kata muslim dalam KBBI memiliki arti ‘penganut agama Islam’.

Dengan demikian, jika kita menggunakan ungkapan umat Muslim, maka artinya adalah umat yang mengikuti penganut agama Islam.

Mereka, umat yang dimaksud dalam ungkapan tersebut, mengikuti orang (penganut) yang bergama Islam, bukan agamanya.

Tentu saja frasa tersebut tidaklah tepat untuk digunakan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka ungkapan yang paling tepat adalah umat Islam bukan umat muslim.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved