VIDEO: Sidak Jelang Ramadan, Disperindag Temukan Bahan Kedaluarsa dan tak Layak di Swalayan

Mendekati bulan suci Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Selasa (23/5) menggelar sidak ke beberapa swalayan dan mini market

VIDEO: Sidak Jelang Ramadan, Disperindag Temukan Bahan Kedaluarsa dan tak Layak di Swalayan
TRIBUNJAMBI/ROHMAYANA
Kepala Bidang PKTN Zidni Aisyah saat memeriksa produk kemasan yang rusak di mini market di kawasan Telanaipura, Selasa (23/5) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mendekati bulan suci Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Selasa (23/5) menggelar sidak ke beberapa swalayan dan mini market di Kota Jambi.

Kegiatan monitoring ini dilakukan guna, mengecek produk makanan yang beredar.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Zidni Aisyah mengatakan sidak kali ini digelar untuk mengaplikasikan UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan. Pihaknya juga membentuk tim yang melibatkan perlindungan konsumen serta pengawas barang dan jasa.

"Untuk monitoring hari ini kita bekerjasama sebab BPOM, pihak kepolisian serta Disperindag Kota Jambi," katanya kepada Tribun, (23/5).

Dalam hal ini pihak Disperindag melakukan monitoring sekaligus pengawasan seperti makanan yang keduluarsa, makanan halal dan haram dan jenis kemasan yang rusak.

"Jika terdapat swalayan yang menjual barang yang kadaluarsa dan kemasan yang rusak, barang-barang tersebut akan kita turunkan, dan akan kita berikan teguran secara lisan," ujarnya.

Untuk wilayah yang dijadikan tempat monitoring yakni Jelutung, Thehok, Telanai, Selincah dan Daerah Pasar. "Kita memang sengaja menyusuri daerah yang mudah dimasuki barang-barang dagangan melalui jalur darat," katanya.

Dari pantauan Tribun terdapat beberapa swalayan yang masih menjual produk dengan kemasan rusak bahkan kedaluarsa.

Seperti yang terjadi  di satu diantara mini market retail di wilayah telanai, mini market ini menjual produk roti dengan kemasan rusak dan produk makanan anak-anak berbentuk jelly yang sudah kedaluarsa.

Halaman
12
Penulis: Rohmayana
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved