Razia Pekat

Razia Pekat Satpol PP Sungai Penuh Amankan Anak Punk dan Tuak

Satuan Polisi Pamong Praja (Sarpol PP) Kota Sungaipenuh melakukan razia anak punk yang berkeliaran di Kota Sungaipenuh.

Razia Pekat Satpol PP Sungai Penuh Amankan Anak Punk dan Tuak
TRIBUNJAMBI/USMAN ABDULLAH
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Satuan Polisi Pamong Praja (Sarpol PP) Kota Sungaipenuh melakukan razia anak punk yang berkeliaran di Kota Sungaipenuh. Hal ini guna menjaga keamanan dan ketertiban keamanan di Kota Sungaipenuh menjelang Ramadhan 2017/1348 Hijriyah.

Kadis Pol-PP Kota Sungai Penuh, Palgunadi dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah melakukan razia anak punk dan minuman keras yang dijual di Kota Sungaipenuh. Ia mengatakan dari hasil razia pihaknya berhasil mengamankan lima orang anak punk.

"Kita berhasil mengamankan lima orang anak punk, kelima anak punk ini telah kita data dan interogasi, selain itu kita juga melakukan pembinaan kepada mereka, kelimanya juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak turun lagi ke jalanan," katanya kemarin (23/5).

Selain mengamankan anak punk, pihaknya juga berhasil mengamankan 125 liter tuak dari dua tempat berbeda yang dijual di Kota Sungai Penuh yakni di terminal dan Pelayang Raya. "Kalau untuk pedagang kita menunggu instruksi dari dinas terkait, kita di lapangan cuma sebagai eksekutor," sebutnya.

Menurut Palgunadi, razia penyakit masyarakat (Pekat) ini akan dilakukannya selama bulan suci Ramadan. Selain melakukan razia anak punk dan minuman keras, pihaknya nanti juga akan merazia tempat-tempat hiburan yang ada di kota Sungai Penuh seperti tempat karaoke dan lainnya.

"Dari data yang kita terima masih ada penjual minuman keras di Sungaipenuh, nanti kita juga akan turun ke sana," jelasnya.

Kadis Pol-PP Kota Sungaipenuh mengimbau kepada pedagang minuman keras dan pengusaha tempat hiburan di Sungaipenuh untuk tidak menjual minuman keras lagi dan membuka tempat usahanya selama bulan suci Ramadan, karena ini bisa menganggu masyarakat yang menjalani ibadah puasa. "Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan," katanya lagi.

Sebelumnya, para pedagang yang sudah lama menetap di Pasar Sungaipenuh diketahui bahwa tahun lalu, jumlah anak punk hanya belasan. Tapi akhir-akhir ini sudah mencapai 30 orang.

Fitri seorang pedagang di Pasar Beringin Jaya mengatakan anak punk sering berbuat semaunya terhadap pedagang. Karena rerata mereka tak mau bekerja. "Sekarang jumlahnya semakin banyak. Yang buat resah dikarenakan mereka sering sembarangan. bermain musik di depan toko hingga larut malam. Tentu ini akan membuat toko kita sepi pembeli resah mereka Perbandingan," Kata Fitri seorang pedagang makanan dan minuman di Pasar Beringin.

Atas hal itu dirinya berharap adanya tindakan dari Pemerintah maupun aparat atas keberadaan mereka yang saat ini mulai kembali meresahkan. "Kita minta kalau bisa ditertibkan, karena nampaknya jumlah mereka bertambah datang dari luar daerah," katanya lagi.

Hal senada juga dikatakan para pedagang di kawasan Minum Kawo Square. Para pedagang mengaku bahwa jumlah pembeli mulai berkurang lantaran banyaknya anak punk yang berurang kali mengamen setiap hari. "Kami berharap pemerintah Kota Sungaipenuh memberi pelajaran dan menertibkan anak punk yang berdatangan dari luar daerah ke Sungaipenuh," kata Buyung seorang pedagang.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved