Trend Pengiriman Ikan Melonjak
Seperti trend tahun lalu di ramadhan ada kenaikan pengiriman ikan konsumsi melalui bandara Sultan Thaha Jambi
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Awang Azhari
Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN - Seperti trend tahun lalu di ramadhan ada kenaikan pengiriman ikan konsumsi melalui bandara Sultan Thaha Jambi dengan jumlah yang tidak signifikan.
" Cenderung sama dengan bulan lainnya. Penerima ikan konsumsi lewat tak hanya melalui kargo bandara hanya Jakarta. Tapi lewat pelabuhan kuala tungkal dan pel Nipah panjang tujuan pengiriman Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu, Tanjung Pinang, Pulau Moro (Kepri) dan Tembilahan (Riau)," ujar Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Jambi (SKIPM), Rudi Barmara.
Pengiriman ikan konsumsi didominasi udang belalang, bawal, ikan betutu (ikan air tawar)
Sedangkan untuk tentengan dibawa penumpang untuk oleh-oleh atau sebagai konsumsi pribadi seperti Ikan Gabus, Ikan Bawal, Udang, Patin (dalam keadaan segar/tidak hidup)
Data lalulintas domestik masuk ini termasuk lewat pelabuhan seperti Ikan sarden, ikan layang, ikan selar lewat pelabuhan di Kuala Tungkal.
" Yang masuk ke Jambi juga ada seperti ikan salmon dan ikan impor yang masuk lewat Jakarta untuk keperluan hotel dan restauran," tutup Rudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/11052017-bandara-sultan-thaha_20170511_214825.jpg)