EDITORIAL

Teror Siber

WannaCry. Kata itu belakangan menjadi momok dalam aktivitas komputerisasi yang terkoneksi dengan jaringan internet.

Editor: Duanto AS

WannaCry. Kata itu belakangan menjadi momok dalam aktivitas komputerisasi yang terkoneksi dengan jaringan internet. Inilah teror dunia siber yang tengah jadi sorotan dunia.

WannaCry merupakan ransomware yang dibuat dengan memanfaatkan tool senjata cyber milik dinas intel Amerika Serikat, NSA. Ini menjadi masalah karena pada April lalu dilaporkan dicuri dan dibocorkan oleh kelompok hacker Shadow Broker.

Gampangnya, WannaCry akan menyerang komputer yang mengakibatkan terkuncinya data-data sehingga tidak bisa diakses. Teror ini tak berhenti sampai di sana. Pansalanya, pelaku kemudian akan meminta "tebusan" senilai Rp 4 juta dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin yang transaksinya tidak bisa dilacak. Setelah tebusan dikirim ke dompet digital miliknya, barulah si pembuat program jahat akan memberikan kunci pembuka enkripsi supaya komputer bisa kembali diakses.

Di Indonesia, teror ini bukan isapan jempol. Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat sudah menjadi korban serangan siber ini yang membuat sedikit banyak pelayanannya terganggu.

Di era digital yang lompatannya begitu dahsyat, keamanan siber adalah keniscayaan. Apakah itu bagi sebuah perusahaan, tak terkecuali Negara.

Tentu kita ingat, serangan yang dilakukan terhadap situs resmi operator seluler BUMN, Telkomsel. Itu masih serangan kulitnya saja. Bagaimana bila peretasan masuk ke sistem lebih jauh tentu berdampak jauh lebih besar.

Menkominfo Rudiantara menyebut, teror siber WannaCry di Indonesia sejauh ini menyasar institusi yang menyediakan pelayanan kesehatan. Namun, bukan mustahil instusi lain, perusahaan swasta di bidang lainnya juga terkena teror ini.

Kabarnya, teror ini akan massif terjadi pada hari ini.

Apa akal? Langkah tentatif adalah dengan tidak menyambungkan komputer ke jaringan internet pada saat penyalaan pertama. Biarkan dulu, komputer menyala tanpa jaringan. Begitu saran dari sejumlah pakar. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved