Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

GALERI FOTO: Erwan Malik: Ini Gila Sekali!

Bukan, hanya candinya saja, namun baru-baru ini terdapat tempat wisata baru yang memanfaatkan kanal-kanal kuno yang lokasinya melingkari

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Kegiatan jungle tracking di kompleks Candi Muaro Jambi, Erwan yang didampingi Penjabat Bupati Muaro Jambi, Kailani turut terkejut melihat hasil alam yang selama ini masih belum tereksplore dengan baik. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Bagi yang mau mengalami pengalaman yang berbeda dengan berjalan ditemani keindahan alam sekitar, bunyian serangga, pemandangan sejumlah candi kuno, serta desiran air sungai melalui perahu kecil, mungkin candi Muaro Jambi bisa menjadi pilihan bagi para segelintir masyarakat yang ingin me-refresh pikiranya setelah menjalani aktifitas bekerjanya.

Bukan, hanya candinya saja, namun baru-baru ini terdapat tempat wisata baru yang memanfaatkan kanal-kanal kuno yang lokasinya melingkari sejumlah komplek candi di Muaro Jambi.

Pengalaman yang indah dirasakan para sejumlah pejabat baik itu dari lingkungan Pemprov Jambi, Pemda Muaro Jambi hingga sejumlah awak media ketika melakukan jungle tracking untuk melihat keindahan alam dengan berjalan kaki dan melewati kanal kuno dengan menggunakan perahu.

Kegiatan jungle tracking di kompleks Candi Muaro Jambi, Erwan yang didampingi Penjabat Bupati Muaro Jambi, Kailani turut terkejut melihat hasil alam yang selama ini masih belum tereksplore dengan baik.
Kegiatan jungle tracking di kompleks Candi Muaro Jambi, Erwan yang didampingi Penjabat Bupati Muaro Jambi, Kailani turut terkejut melihat hasil alam yang selama ini masih belum tereksplore dengan baik. (TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN)

Sebelumnya, para peserta rombongan mengawali jungle tracking di Desa Danau Lamo Kecamatan Maro Sebo Kaupaten Muaro Jambi yang kemudian berjalan kaki menuju percandian komplek Koto Mahligai.

Untuk menuju komplek percandian bisa ditempuh melalui dua jalur, yakni jalur darat selama satu jam atau bisa menggunakan jalur perahu melalui kanal selama 30 menit.

Kegiatan jungle tracking di kompleks Candi Muaro Jambi, Erwan yang didampingi Penjabat Bupati Muaro Jambi, Kailani turut terkejut melihat hasil alam yang selama ini masih belum tereksplore dengan baik.
Kegiatan jungle tracking di kompleks Candi Muaro Jambi, Erwan yang didampingi Penjabat Bupati Muaro Jambi, Kailani turut terkejut melihat hasil alam yang selama ini masih belum tereksplore dengan baik. (TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN)

Setelah para peserta tiba, sambil beristirahat menyantap hidangan khas makanan Provinsi Jambi sambil diiringi musik tradisional.

Tak lama kemudian para rombongan pun kembali melakukan perjalanan dengan menggunakan perahu. Selama diperjalanan, para rombongan disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa. Hutan yang masih sangat asri dan sejumlah pepohonan yang diprediksi berusia ratusan tahun membuat para rombongan terhipnotis untuk melihat terus keindahan tersebut.

Bahkan perjalanan jungle tracking yang memakan waktu lebih dari lima jam yang dimulai pada pukul 06.00 -10.30 wib rasanya sangat singkat sekali.

Kegiatan jungle tracking di kompleks Candi Muaro Jambi, Erwan yang didampingi Penjabat Bupati Muaro Jambi, Kailani turut terkejut melihat hasil alam yang selama ini masih belum tereksplore dengan baik.
Kegiatan jungle tracking di kompleks Candi Muaro Jambi, Erwan yang didampingi Penjabat Bupati Muaro Jambi, Kailani turut terkejut melihat hasil alam yang selama ini masih belum tereksplore dengan baik. (TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN)

"Luar biasa sekali, kalau tahu masyarakat Provinsi Jambi, ini bakal rame," kata Erwan Malik, Penjabat Sekda Provinsi Jambi usai sampai dititik akhir perjalanan di Candi Kedaton.

Erwan yang didampingi Penjabat Bupati Muaro Jambi, Kailani turut terkejut melihat hasil alam yang selama ini masih belum tereksplore dengan baik.

"Waktunya rasanya singkat sekali, padahal hampir lima jam kita melalui hutan ini, ini luar biasa. Saya yakin kalau pemasarannya dikemas dengan baik, ini bisa menjadi industri pariwisata," katanya.

Sebelumnya, kegiatan jungle tracking ini masih dalam agenda festival candi Muaro Jambi yang sebelumnya juga dibuka oleh Gubernur Jambi Zumi Zola.

"Kalau bicara candi kita kalah dengan candi di Pulau Jawa di sana, tinggal alamnya kita manfaatkan, tapi alamnya jangan direkayasa, itu tidam bagus lagi," tuturnya.

"Harapan saya mewakli Pemprov Jambi, ini bisa menjadi kalender tahunan, jadi perkembangan industri pariwisata terus dikembangkan ke depannya," tambahnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved