Sebulan Belum Juga Terungkap, KPK Putuskan Terjun di Pengusutan Teror Novel

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan harus terlibat dalam pengusutan kasus teror terhadap penyidik seniornya Novel Baswedan

Sebulan Belum Juga Terungkap, KPK Putuskan Terjun di Pengusutan Teror Novel
(Kompas/Alif Ichwan)
Sejumlah aktivis dari Koalisi Masyarakat Sipil melakukan aksi mengecam aksi kekerasan terhadap Novel Baswedan di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (11/4). Mereka dengan membawa gambar wajah Novel meminta pemerintah untuk mengusut tuntas kekerasan tersebut. 

TRIBUNJAMBI.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan harus terlibat dalam pengusutan kasus teror terhadap penyidik seniornya Novel Baswedan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan keputusan itu diambil KPK lantaran sudah lebih dari sebulan teror tersebut, Polda Metro Jaya masih belum mampu mengungkap pelaku serta otaknya.

Hal ini mengakibatkan kekecewaan baik dari KPK, Novel serta keluarga Novel. Kekecewaan dari pihak keluarga inilah yang menjadi dasar pertimbangan KPK harus terlibat dalam pengusutan.

"Kami dapatkan informasi bahwa pihak Novel dan keluaga cukup kecewa karena lebih dari sebulan, pelaku penyerangan belum terungkap. Ini concern bagi KPK untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang dilakukan," tegas Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/5/2017).

Meski begitu, Febri menyatakan pihaknya akan tetap menghormati instruksi Presiden Jokowi yang telah memerintahkan kepolisian mengusut kasus ini.

Dalam waktu dekat, KPK akan berkoordinasi dengan kepolisian ataupun meminta Presiden agar bisa terlibat langsung dalam mengusut teror.

"Kita pastinya hormati Polri, tapi karena sudah lewat 30 hari jadi kita perlu duduk bersama membahas rencana ke depan agar pelaku penyerangan bisa diproses lebih lanjut dan pikirkan bicara ke Presiden," ucap Febri.

Febri menambahkan hingga kini pihaknya

belum memutuskan seperti apa bentuk keterlibatan KPK dalam mengusut kasus teror, apakah dengan membentuk tim independen berupa tim pencari fakta (TPF), atau dengan memperkuat tim yang sudah dibentuk kepolisian sebelumnya. Intinya menurut Febri, KPK tidak dapat berdiam diri ketika peneror Novel masih berkeliaran.

Editor: rahimin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved