Jembatan Mas Terbanyak Kasus Kaki Gajah,Warga Diminta Waspadai DBD dan Malaria
Selain DBD, penyakit yang penularannya melalui nyamuk adalah malaria dan filariasis atau kaki gajah.
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI.COM - Selain DBD, penyakit yang penularannya melalui nyamuk adalah malaria dan filariasis atau kaki gajah.
Untuk filariasis, Batanghari selama lima tahun berturut-turut sejak 2012-2016 sudah melakukan pemberian obat secara massal kepada masyarakat.
Dan tahun ini, merupakan tahun pelaksanaan Free TAS (Transmission assesment survey).
"Terdapat dua lokasi yang menjadi obyek tes, yakni untuk lokasi sentinel atau lokasi yang banyak ditemukan kasus filariasis yakni Jembatan Mas, penyebabnya dari hasil survey di tahun 1995, angka rate nya masih 2,9 persen sementara minimal rate adalah dibawah satu persen," kata Nurjali, Kabid P2P Dinkes.
Sementara sebagai pembanding,upaya atau spot chek akan dilakukan di Muara Jangga, Kecamatan Bathin XXIV .
"Tes akan dilakukan pada Juli nanti, dan jika hasil Free TAS nya masih diatas satu persen, maka pemberian obat massal akan diulang selama dua tahun berturut-turut lagi," ujarnya.
Dari data yang masuk ke Dinkes, sebaran filariasis memang paling banyak di Jembatan Mas yakni sebanyak 45 orang, dari total kasus yang ditemukan sebanyak 65 kasus.
Sementara untuk sebaran malaria, pada 2015 ditemukan sebanyak 153 kasus dan di 2016 menurun menjadi 45 kasus. Dengan wilayah terbanyak penemuan kasus ini adalah Muara Bulian.
Di 2017 ini, khusus untuk malaria akan dilakukan tahap eliminasi. Dengan indikator,sistem tidak lagi terjadi penularan malaria di lingkungan sekitar penderita malaria.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/11052017-nyamuk-penyebab-kaki-gajah_20170511_192350.jpg)