Para Tokoh Sungai Penuh Tandatangani Kesepakatan Bersama
Peredaran Miras dan Narkoba di Kota Sungai Penuh mengkhawatirkan. Peredarannya mulai dari kalangan dewasa hingga remaja.
Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Peredaran Miras dan Narkoba di Kota Sungai Penuh mengkhawatirkan. Peredarannya mulai dari kalangan dewasa hingga remaja. Bahkan baru-baru ini aparat kepolisian Polres Kerici mengamankan dan menyita ratusan botol miras yang beredar di pasaran.
Sehingga dalam hal membatasi ini perlu upaya semua pihak, dari pemerintah kota Sungai Penuh dan tokoh masyarakat. Untuk itu dalam bentuk keseriusan mengatasi hal ini, Wali Kota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri (AJB) bersama Forkompimda, Asisten I, Kepala SKPD, Ketua DPD KNPI Kota Sungai Penuh, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita dan Para Mahasiswa dan Pelajar dalam Kota Sungai Penuh menandatangani kesepakatan bersama.
Kesepakatan tersebut dalam hal menolak peredaran minuman keras (Miras) serta Narkoba di Kota sungai Penuh. Hal ini dilakukan saat penyuluhan Pemberatasan Penyakit Masyarakat (Pekat) yang bertempat di Aula Kantor Walikota Sungai Penuh, Kamis (4/5).
Wako AJB dalam arahannya mengatakan pada era globalisasi yang berjalan begitu cepat ini membawa kita oada persaingan yang begitu ketat dan serba keterbukaan. Dalam tatanan pembangunan ekonomi, politik, sosial dan budaya, pembangunan SDM menjadi sasaran utama Pemerintah Pusat,
”Sekarang indonesia menjadi sorotan di mata dunia, karena ke depan diprediksikan Indonesia akan memiliki generasi produktif yang disebut nonus demografi,” ungkap Wako.
Maka dari itu, Lanjut Wako, kita harus menanamkan nilai-nilai spiritual dan pendidikan karakter terhadap generasi bangsa yang ada di Kota Sungai Penuh.
Wali Kota dua periode itu juga menambahkan, bahwa penyakit masyarakat harus ditangani secara serius. Narkoba merupakan salah satu musuh generasi bangsa saat ini yang sudah menjalar dari perkotaan sampai ke pelosok desa,
“Saya mengajak seluruh pihak untuk berkerja sama untuk memerangi narkoba, ini menyangkut generasi bangsa, jika pemuda sudah diracuni maka generasi bangsa akan hancur,” tegas Wako.
Ketua DPD KNPI Kota Sungai Penuh Fikar Azami sebagai narasumber utama pada penyuluhan pemberantasan Pekat, dalam paparanya mengatakan pemuda sebagai gen perubahan harus berada di garis terdepan dalam memerangi narkoba. Narkoba merupakan musuh Pemuda di Kota Sungai Penuh. Untuk itu dengan kesepakatan bersama ini, kedepan tak ada lagi peredaran Miras maupun Narkoba di Kota Sungai Penuh.
“Mari bersama-sama kita perangi Miras dan Narkoba. Pemuda Kota Sungai Penuh Cerdas Narkoba No,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/04052017_tanda-tangan_20170504_220521.jpg)