Sudah Sebulan Puluhan Rumah Warga Terendam Banjir, Diduga karena Pembangunan Jalan Tol

Puluhan rumah warga di Kelurahan Sukadana, Kota Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, terendam banjir.

Sudah Sebulan Puluhan Rumah Warga Terendam Banjir, Diduga karena Pembangunan Jalan Tol
Salah satu rumah warga yang terendam banjir hingga sedalam lutut orang dewasa. Warga terpaksa beraktivitas di dalam rumah yang terendam banjir selama 1 bulan ini akibat rumah mereka terencam banjir dampak dari pemabngunan jalan tol(Kontributor Ogan Komering Ilir, Amriza Nursatria) 

TRIBUNJAMBI.COM, KAYUAGUNG - Puluhan rumah warga di Kelurahan Sukadana, Kota Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, terendam banjir. Banjir sudah merendam daerah itu selama hampir satu bulan dengan ketinggian air mencapat 30 sentimeter.

Salah satu rumah yang terendam adalah milik Santi dan tetangganya di RT 3, Kelurahan Sukadana. Banjir itu membuat mereka sulit beraktivitas. Setiap hari mereka harus menembus banjir untuk pergi ke luar rumah.

Santi mengaku kondisi ini sudah berlangsung selama satu bulan. Dia menduga, pembangunan jalan tol yang masih dalam tahap penimbunan tanah menjadi penyebab banjir. Air hujan yang biasanya mengalir ke sungai tidak bisa mengalir karena tertahan oleh timbunan tanah proyek tol. Sebelum ada proyek tol, daerahnya tidak mengalami banjir.

Santi berharap pemerintah membangun gorong-gorong atau box culvert di jalan tol itu agar air dapat mengalir sehingga banjir surut.

“Selain air masuk rumah, ada pernah juga ular masuk ke rumah tetangga saya pak, akibat banjir ini. Padahal sebelumnya kami tidak pernah mengalami banjir. Mohon pemerintah memperhatikan hal ini,” katanya, Jumat (28/4/2017).

Sementara itu, anggota DPRD Oga Komering Ilir, Juni Alpan Suri membenarkan dugaan pembangunan jalan tol menjadi penyebab rumah warga terendam banjir. Oleh sebab itu, tamba Alpan, pihak DPRD OKI akan segera memanggil pelaksana proyek tol dan Badan lingkungan hidup Kabupaten OKI untuk klarifikasi masalah itu.

“Memang ada dugaan banjir akibat dampak dari pembangunan jalan tol itu. Komisi III DPRD OKI segera memangil pihak pelaksana pembangunan jalan tol dan BLH OKI untuk menanyakan mengapa hal itu bisa terjadi,” katanya.

Baca juga: 2017, Banjir dan Longsor Dominasi Bencana di Jawa Barat

Alpan juga akan mendesak pihak pelaksana pembangunan jalan tol agar memperbanyak pembuatan boks culvert atau gorong-gorong agar air dapat mengalir sehingga banjir tidak terjadi lagi.

Seperti diketahui saat ini di Kota Kayuagung, OKI, tengah dilaksanakan pembangunan jalan tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapalbetung) yang baru masuk tahap penimbunan jalan.

Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved