Breaking News:

Multifinance Belum Realisasikan KUR

Pilot project penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) oleh perusahaanmultifinance sudah dicanangkan pada awal 2017.

Editor: Fifi Suryani
Istimewa
23012017 Kredit Usaha Rakyat 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pilot project penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) oleh perusahaan multifinance sudah dicanangkan pada awal 2017. Diperkirakan pada kuartal I 2017, perusahaan dapat menyalurkan KUR. Namun, sejauh ini, belum ada perusahaan pembiayaan yang sudah merealisasikannya.

Tahun ini, pemerintah menargetkan dapat menyalurkan KUR sekitar Rp 120 triliun. Jumlah tersebut meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 30 triliun.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menentukan kriteria perusahaan multifinance yang dapat berpartisipasi dalam pilot project pemerintah ini. Pertama, multifinance harus memiliki kualitas kredit dengan tingkat angka kredit macet atau non perfoaming finance (NPF) di bawah 5%.

Kedua, jaringan kantor cabang yang tersebar di luar Jawa. Ketiga, pengalaman multifinance dalam menyalurkan segmen produktif. Keempat, multifinance telah melakukan penjaminan kredit yang disalurkan. Kelima, nilai aset multifinance.

Sejumlah perusahaan masuk dalam kriteria tersebut, yaitu PT Federal International Finance (FIF Group), PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance), PT MNC Finance, PT Mega Central Finance (Mega Finance) dan PT Al Ijarah Indonesia Finance (Alif Finance).

Namun, hingga kuartal I 2017 berakhir, perusahaan tersebut masih belum menyalurkan KUR. Vice President Corporate Finance & Treasury Division Head FIF Jerry Fandy mengatakan, program KUR belum berjalan karena masih ada ketidakjelasan peraturan. "Ini kan program baru bagi perusahaan kami. Kami masih pelajari bagaimana proses klaim dan customer mana saja yang layak mendapatkan KUR. Kami masih proses hal-hal tersebut dengan OJK," ujar Jerry, Kamis (27/4).

Senada, Roni Haslim, Presiden Direktur BCA Finance mengatakan, masih ada beberapa kendala sistem. "Kami belum bisa menjadi anggota dalam Sistem Informasi Debitur (SID) sehingga hal tersebut berimbas juga tidak dapat mengakses data dalam Sistem Informasi Kredit Program," katanya.

Suhendra Lim, Presiden Direktur MNC Finance mengaku, pihaknya juga belum siap menjalankan program tersebut. "Saat ini perusahaan belum fokus ke segmen tersebut," katanya.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved