Penerima Raskin di Sarolangun 16.538 Keluarga, Turun Dibanding Tahun Lalu

Jumlah penerima beras miskin (Raskin) di Kabupaten Sarolangun 2017 mengalami menurunan. Dari 18.376(KPM) 2016 lalu, menjadi 16.538 KPM tahun ini

Penerima Raskin di Sarolangun 16.538 Keluarga, Turun Dibanding Tahun Lalu
TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Pendistribusian raskin di Kenali Besar, Minggu (15/11/2015). 

TRIBUNJAMBI.COM - Jumlah penerima beras miskin (Raskin) di Kabupaten Sarolangun 2017 mengalami menurunan. Dari 18.376 keluarga penerima manfaat (KPM) 2016 lalu, tahun ini menjadi 16.538 KPM.

Hal ini disampaikan oleh Kabag Ekonomi Setda Sarolangun, Ali Amri ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/4).

“Data terbaru jumlah penerima raskin tahun ini mengalami penurunan sekitar 10 persen dari tahun lalu,” kata Ali Amri.

Diungkapkannya, data tersebut dikeluarkan oleh pusat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Melalui data tersebutlah raskin akan disalurkan kepada KPM.

“Datanya baru kita terima, makanya penyaluran raskin belum dilakukan,” sebutnya.

Katanya, raskin triwulan pertama akan didistribusikan kepada KPM pada akhir April ini. Dimana setiap bulan penerima raskin mendapat jatah sebesar 15 kilo gram.

“Nanti akan disalurkan melalui Bulog untuk empat bulan ini,” jelasnya.

Penerima raskin lanjutnya, menebus raskin sebesar Rp 1.600 perkilo. Dimana untuk mendapatkan raskin dengan system cash and carry.

“Sebenarnya system penyalurannya cash and carry. Tapi kita memberikan kesempatan bagi KPM menerima terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sejauh ini lanjutnya, penyaluran raskin berjalan dengan lancar. Hanya ada satu dua desa yang sempat menunggak penubusan raskin.

“Pada 2016 lalu cuma ada dua desa yang sempat menunggu penebusasan raskin. Selabihnya lancar-lancar saja tidak ada persoalan,” tuturnya.

Dia juga menghimbau, kepada KPM raskin saat menerima raskin melihat terlebih dahulu beras yang mereka terima. Jika ada warga yang mendapat beras tidak layak konsumsi untuk segera melapor kepada Bulog.

“Jika beras yang diterima tidak layak konsumsi bisa langsung diganti. Jadi waktu melaporkan sehari setelah beras itu diterima,” pungkasnya.

Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved