Arkeolog Temukan Patung Perempuan Berbokong seperti Kim Kadarshian

“Patung ini menggambarkan seorang wanita yang agak gemuk, kakinya panjang dan kurus,” katanya dan menambahkan, bagian bokongnya agak besar menonjol"

Arkeolog Temukan Patung Perempuan Berbokong seperti Kim Kadarshian
Patung yang punya bokong seperti bokong Kim Kadarshian | Kompas.com 

TRIBUNJAMBI.COM - Belum lama ini sekelompok arkeolog menemukan patung perempuan berusia 23 tahun di sebuah situs penggalian di Rusia. Anehnya, patung itu punya bokong seperti Kim Kadarshian.

Tidak tahu Kim Kadarshian siapa? Itu loh, model, sosialita, desainer, dan aktris kelahiran Los Angeles, Amerika Serikat.

Kita tahu, keindahan Zaman Batu Tua (Palaeolitikum) kerap ditampilkan dalam ukiran gading mamut dan menunjukkan adanya fantasi tentang kecantikan wanita pada zaman prasejarah.

Seperti dilaporkan Daily Mirror, patung langka itu ditemukan dalam sebuah penggalian di wilayah Bryansk, Rusia.

Dr Konstantin Gavrilov, yang memimpin ekspedisi penggalian itu, membandingkan patung itu dengan lukisan karya Rembrandt tentang sosok Danae dari mitologi Yunani.

“Patung ini menggambarkan seorang wanita yang agak gemuk, kakinya panjang dan kurus,” katanya dan menambahkan, bagian bokongnya agak besar dan menonjol.

Kondisinya yang tak lazim itu tentu menjadi perhatian para ilmuwan atau arkeolog dari departemen Zaman Batu di Institut Arkeologi Rusia. Menurut Konstantin, patung dengan kaki sedikit ditekuk tersebut mengingatkan sosok Danae menurut versi lukisan modern.

Gavrilov mengatakan, patung itu tampaknya untuk menggambarkan “kultus kesuburan”. Dua bulatan bokong yang menonjol itu menggambarkan perempuan gendut, mungkin juga menggambarkan wanita hamil dengan perut agar besar.

Seperti disinggung di awal, patung itu diperkirakan berasal dari pahatan 23 ribu tahun silam. Kebanyakan ahli percaya patung prasejarah tersebut adalah benda yang dipakai untuk sebuah 'upacara' dan 'ritual'.

Penemuan-penemuan terbaru umumnya terbuat dari tulang mamut, bison, dan batu-batu geretan, pada lapisan berusia 23 ribu tahun di situs arkeologi Khotylyovo-2, Rusia. (Pascal S Bin Saju/Kompas.com)

Sumber: Intisari online

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved