Sekolah di Batanghari Terpaksa Hutang
Belum cairnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Operasional Sekolah (DOS), cukup mengganggu kegiatan di sekolah.
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Awang Azhari
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Belum cairnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Operasional Sekolah (DOS), cukup mengganggu kegiatan di sekolah.
Terlebih saat ini sekolah baik SMP maupun SD, sedang mempersiapkan penyelenggaraan Ujian Nasional (UN). Seperti dikatakan Kepala SMPN 21 Batanghari, Budi Cahyono.
"Untuk keperluan operasional sekolah, seperti Alat Tulis Kantor (ATK) kami terpaksa berhutang," katanya.
Namun untuk kegiatan seperti menyiapkan pelaksanaan Try Out (TO) siswa yang akan ikut UN, pihak sekolah kewalahan. "Belum cairnya BOS, tentu sangat mengganggu kegiatan di sekolah. Tahun lalu di pertengahan Maret, BOS sudah cair sehingga hutang pembelian ATK tidak terlalu besar," katanya.
Namun saat ini, sampai April BOS maupun DOS belum cair. "Juknis penggunaan BOS baru akan disosialisasikan, informasinya BOS akan dicairkan dalam 4 tahap," lanjutnya.
Besarannya pencairan pertama sebesar 20 persen untuk operasional sekolah, 40 persen di pencairan kedua untuk keperluan pembelian buku kurikulum 13, dan masing-masing 20 persen di pencairan ketiga dan keempat.
"Pencairan kedua paling beaar,banyak karena di tahun ajaran baru yakni perkiraan bulan Juli, harus sudah menggunakan kurikulum 13," ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Kepala SD 124, Agustian. "Iya, kami terpaksa berhutang untuk pembelian ATK, karena dana BOS belum cair," katanya.
Kabarnya,lanjut Agustian sosialisasi penggunaan dana BOS akan disosialisasikan pada April ini. "Sosialisasi baru april ini, mudah-mudahan cepat cair karena kegiatan di sekolah menjadi terganggu," ujarnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Batanghari, Jamilah mengiyakan belum cairnya dana BOS ini. Menurutnya, pihak dinas masih melakukan validasi data terkait dana BOS ini.
Penggunaan dana BOS selain untuk operasional sekolah, juga digunakan untuk pembayaran gaji honor. Dengan kondisi belum cairnya dana BOS, secara otomatis gaji guru honor juga belum dibayarkan. Menanggapi hal ini, Jamilah meminta guru honor terutama SMP dan SD untuk bersabar.
"Saat ini kami sedang melakukan validasi data penerima, target kami pertengahan Mei sudah bisa disalurkan," imbuhnya.