VIDEO
VIDEO: PAD Triwulan Pertama Tanjabbar Melebihi Target
Target realisasi Pandapat Asli Daerah triwulan pertama Kabupaten Tanjung Jabung Barat melampaui. Realisasi antar tahun
Penulis: Hendri Dunan | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan
TRIBUNJAMBI.COM, TUNGKAL – Target realisasi Pandapat Asli Daerah triwulan pertama Kabupaten Tanjung Jabung Barat melampaui. Realisasi antar tahun juga masih sama dari sebelumnya namun dalam nilai yang lebih tinggi.
Pemkab Tanjab Barat menetapkan target PAD pada tahun 2017 sebesar Rp 90,3 miliar. Untuk realisasi pada triwulan pertama ini sudah mencapai angka 21 persen dari 15 persen yang ditetapkan berdasarkan kinerja yang ingin dicapai.
“Pada triwulan pertama kita targetkan sebesar 15 persen dari yang ditetapkan. Tetapi realisasi yang sudah tercapai sampai pada 24 Maret 2017 kemarin sudah 21 persen,”ungkap H Yon Heri SP ME, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Dijelaskan Yon Heri bahwa realisasi yang ada sebelum berakhirnya triwulan pertama tahun 2017 ini sudah pelampauan target sebesar 6 persen. Hal ini menjadi defiasi positif dari target yang dicapai pada triwulan pertama tahun 2017.
Untuk sumber PAD sendiri diakuinya dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Kekayaan Daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Sumber-sumber pajak yang ada di daerah sesuai dengan apa yang atur oleh UU 28 tahun 2009.
“Pendapatan pajak tersebut dioptimalkan. Salah satunya tentang pajak PBB. Dimana SPPT PBB tersebut benar-benar dipastikan sampai kepada wajib pajak. Banyak elemen yang digunakan agar pajak bumi dan bangunan ini benar-benar bisa dilunasi oleh wajib pajak. Termasuk pajak hotel, restoran, dan galian C dan lain-lain,”terang Yon Heri.
Meskipun sudah melakukan upaya agar SPPT PBB itu sampai kepada wajib pajak. Pihak BPRD juga memberikan kemudahan lain untuk pembayarannya.
Sehingga dengan kemudahan ini wajib pajak tidak lagi terbebani ketika ingin melunasi kewajibanya.
Yon Heri mengatakan bahwa terkadang bukan wajib pajak tidak mampu melunasi, tetapi karena tempat pembayarannya yang jauh dan membutuhkan waktu. Makanya banyak wajib pajak yang menjadi enggan.
“Kita permudah proses pembayarannya. Bisa melalui ketua RT, bank, ebanking, pos, dan lainnya. Kita juga punya mobil penyetoran keliling guna menjemput pembayaran wajib pajak,” terangnya.
Pada triwulan pertama tahun 2017 ini diakuinya sama dengan capaian di tahun 2016 lalu yakni sama-sama 21 persen. Akan tetapi diakuinya ada sedikit perbedaan yakni dari sisi nominal angka. Pada tahun 2017 nilai pendapatan lebih besar dari tahun 2016 lalu.