Ini Sebab Ekonomi Indonesia Tahan Banting di Saat Banyak Negara Kontraksi Ekonomi

Karakteristik itu yakni kemampuan menjaga sumber pertumbuhan ekonomi domestik. Populasi yang mencapai 250 juta penduduk menjadi kekuatan

Ini Sebab Ekonomi Indonesia Tahan Banting di Saat Banyak Negara Kontraksi Ekonomi
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
03012016_SRI MULYANI 

TRIBUNJAMBI.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai ekonomi Indonesia mampu tumbuh positif dalam kurun waktu 10 tahun terkahir. Padahal banyak negara yang justru mengalami kontraksi ekonomi yang hebat.

Menurut perempuan yang kerap disapa Ani itu, dalam 10 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi global justru melambat. Penyebabnya yakni akibat krisis keuangan global, harga komoditas yang menurun, dan karena perdagangan internasional yang melemah.

"Dalam konteks 10 tahun terakhir kita tumbuh cukup tinggi 5,6 persen," ujar Sri Mulyani dalam acara Investor Gathering 2017 di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu melihat ada karakteristik yang membuat ekonomi Indonesia tahan banting.

Karakteristik itu yakni kemampuan menjaga sumber pertumbuhan ekonomi domestik. Populasi yang mencapai 250 juta penduduk menjadi kekuatan utama ekonomi Indonesia untuk menjaga sumber pertumbuhan ekonomi domestik.

Mulai dari tingkat konsumsi, investasi, hingga pengeluaran pemerintah sebagai bantalan sosial sekaligus "counter" siklus ekonomi global yang melemah.

"Ini dilakukan oleh fiskal APBN sebagai alat yang penting dalam mengelola ekonomi Indonesia," kata Sri Mulyani.

Akibatnya, ekonomi Indonesia tumbuh sehat dan stabil. Sementara itu sejumlah negara tutur Ani, misalnya Rusia, Brazil, dan Meksiko justru ekonominya terkoneksi di kisaran 0 persen, bahkan negatif.

Oleh karena itu, untuk menjaga kekuatan ekonomi nasional, pemerintah wajib menjaga domestic demand, yakni meliputi tingkat konsumsi hingga investasi yang terus dipermudah.

Editor: awang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved