Amerika Serikat Isyaratkan akan Lakukan Operasi Militer ke Korut

Amerika Serikat menyatakan kebijakan 'kesabaran strategis' atas Korea Utara (Korut) sudah berakhir dan isyaratkan aksi militer

Amerika Serikat Isyaratkan akan Lakukan Operasi Militer ke Korut
KCNA
Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik jarak menengahnya ke Laut Jepang, Minggu (12/2/2017) dan foto ini adalah foto dokumentasi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SEOUL – Amerika Serikat menyatakan kebijakan 'kesabaran strategis' atas Korea Utara (Korut) sudah berakhir dan mengisyaratkan kemungkinan menempuh aksi militer.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk membujuk Pyongyang agar menghentikan ambisi nuklirnya.

Namun, setelah dua dasawarsa atau 20 tahun berlalu, upaya membujuk Korut telah gagal karena Pyongyang sama sekali tidak menggubrisnya.

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, mengatakan hal itu ketika berada di Seoul, Korea Selatan, pada Jumat (17/3/2017).

Oleh karena itu, kata Tillerson, jika ancaman senjata pemusnah massal Korut itu terus meningkat maka pilihan untuk melakukan aksi militer masih tersedia “di atas meja”.

“Biarkan saya menjelaskannya: kebijakan kesabaran strategis telah berakhir," kata Tillerson seperti dilaporkan Associated Press.

Penegasannya itu diletakkan dalam rangkaian pembicaraan tentang langkah-langkah baru AS seperti diplomasi, keamanan, dan ekonomi.

Tillerson membela pengerahan sistem pengkal rudal AS yang disebut THAAD di Korsel, yang dikecam oleh Korut dan juga sangat dikhawatirkan China.

Washington dan Seoul menegaskan, sistem pertahanan rudal tercanggih THAAD sangat dibutuhkan untuk mempertahankan diri dari kemungkinan Korut bertindak brutal.

Begitu tiba di Seoul, setelah menyelesaikan lawatan di Jepang, Tillerson juga mengunjungi kawasan demiliterisasi yang memisahkan Korut dan Korsel.

Halaman
12
Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved