Lengkaplah Sudah Penderitaan Petani Kelapa Sawit Tebo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Banjir membuat derita petani sawit di Tebo jadi 'lengkap'. Mengakibatkan

Lengkaplah Sudah Penderitaan Petani Kelapa Sawit Tebo
TRIBUN JAMBI/MUZAKKIR
27032016_SAWIT 

Laporan wartawan Tribun Muhlisin Madras

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Banjir membuat derita petani sawit di Tebo jadi 'lengkap'. Mengakibatkan pendapatan petani berkurang sangat drastis.

Usman (40), petani sawit di Rimbo Ulu mengatakan, selama musim hujan orangkos angkus jadi melambung tinggi. Disebabkan jalan masuk ke kebun yang jadi berlumpur.

"Kalau jalan buruk otomatis ongkos angkutan jadi mahal. Jadi kito hampir dak dapat duit samo sekali," ujarnya, Minggu (12/3).

Masalahnya, ujar Usman, buah sawit tetap harus dipanen. Sebab, jika tak dipanen bisa membusuk di tandan dan berguguran ke tanah. Itu tidak baik bagi tanaman kelapa sawit.

Jika buah lama ditanah, akan mempercepat pembusukan. Akibatnya tingkat keasaman makin tinggi. Dampak selanjutnya adalah harga yang jadi tertekan karena kwalitas buah jadi jelek.

"Jadinya ya makin serba salah. Kalau sudah terendam jadinya buah rusak. Otomatis lagi harganya jadi makin rendah," ujar Usman lagi.

Penulis: muhlisin
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved