Anak Diajak Sesi Berfoto dengan Hewan? Sebaiknya Jangan, Ada Dampak Buruknya
Aktivis pecinta satwa dari Yayasan Scorpion, Marison Guciano, menyesalkan sejumlah kebun binatang dan masyarakat luas yang mengadakan kegiatan berpose
TRIBUNJAMBI.COM, TANGERANG - Aktivis pecinta satwa dari Yayasan Scorpion, Marison Guciano, menyesalkan sejumlah kebun binatang dan masyarakat luas yang mengadakan kegiatan berpose bersama hewan, seperti harimau dan singa.
"Sering ditemukan sesi berfoto yang disiapkan pengelola kebun binatang, misalnya antara singa atau harimau dengan pengunjung dengan kondisi hewan yang diintimidasi oleh pemandu," kata Guciano dalam sebuah workshop di Tangerang, Sabtu (11/3/2017).
"Ini sangat tidak baik, apalagi pengunjung mengajak anak-anak," kata dia.
Menurut Guciano, ada banyak dampak negatif yang dialami oleh hewan dan pengunjung terutama pengunjung anak-anak dalam kegiatan tersebut.
"Anak-anak akan tertanam di otaknya bahwa menyakiti hewan itu boleh, karena saat sesi foto berlangsung pemandu tak jarang memperlakukan hewan dengan kasar. Ada juga kasus anak singa dipaksa melayani foto bersama dengan pengunjung," ujar Guciano.
Berulang kali Marison Guciano meminta kepada agar sesi berfoto dengan hewan dihentikan.
Senada dengan Guciano, Direktur Program Kesejahteraan Hewan Animal Asia Foundation, David Neale, juga mengutuk tindakan tersebut. Bahkan dia menilai kegiatan tersebut adalah tindakan berbahaya.
"Ada sesi foto-foto anak-anak dengan harimau dewasa tanpa pengamanan, hanya didampingi oleh pawang. Ini tindakan gila," kata David.
Aktivis pecinta satwa tersebut berharap masyarakat dapat memperlakukan hewan dengan cara yang baik.
"Jangan melihat hewan sebagai hiburan karena sesungguhnya di kebun binatang mereka sangat tersiksa dan menderita," kata Neale.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/allan-dixon-selfie-dengan-hewan_20161114_110758.jpg)