Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Fenomena Gunung Es Kekerasan Terhadap Perempuan di Jambi

Fenomena kekerasan perempuan di Jambi adalah fenomena gunung es. Sebab masih banyak korban yang enggan dan takut melapor.

Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Nani Rachmaini
TOTO SIHONO
Ilustrasi kekerasan dan penyiksaan terhadap perempuan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Fenomena kekerasan perempuan di Jambi adalah fenomena gunung es. Sebab masih banyak korban yang enggan dan takut melapor.

"Sudah banyak tempat untuk lapor. Seperti di P2TP2A di kabupaten kota sudah ada. Bisa melapor diinstitusi kepolisian, bila sudah melapor segera ditangani dan mendapat perlindungan," kata Lyly Kusbandini selaku Kepala Seksi Perlindungan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Jambi, pada Rabu (8/3).

Lyly mengatakan pelayanan pelaporan kekerasan perempuan dan anak siap 24 jam. Dapat juga menghubungi 082378281888.

"Kalau melapor kita beri perlindungan dan pendampingan, intinya masyarakat jangan takut untuk melaporkan karena kami juga menjamin bakal melindungi identitas pelapor dan korban itu sendiri," katanya menambahkan.

Sekertariat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jambi mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di provinsi ini terus mengalami peningkatan dalam waktu lima tahun terakhir.

"Kecenderungannya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya karena dari mereka sudah ada kesadaran melapor kepada kami," kata di Jambi, Rabu.

Menurut data yang dilansir sekertariat P2TP2A menyebutkan jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi dalam lima tahun terakhir menunjukan tren yang mengalami peningkatan.

Diantaranya pada tahun 2012 korban sebanyak (56 orang), tahun 2013 sebanyak (61 orang korban), tahun 2014 sebanyak (63 korban), tahun 2015 sebanyak (65 korban) dan tahun 2016 sebanyak (126 korban) yang melapor serta pada awal 2017 sebanyak (16 orang).

Dari kasus tersebut jika dirinci yang paling banyak itu adalah kekerasan pada perempuan sebanyak 210 orang dan kekerasan anak itu sebanyak 159 anak.

"Pada 2016 itu kasus yang paling banyak kita tangani. Di awal 2017 ini saja kami sudah menangani 16 kasus korban kekerasan" jelasnya.

Lyly menjelaskan Perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan punya kasus beragam. Mulai dari penelantaran, kekerasan fisik, kekerasan psikis dan setiap kekerasan yang terjadi memiliki motif dan faktor yang berbeda. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved