Petinggi Golkar Ini Akui Partainya Tersandera Kasus e-KTP

Golkar mengakui pemberitaan kasus korupsi e-KTP atau KTP elektronik menyandera partai.

Editor: Rahimin
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Yorrys Raweyai. 

TRIBUNJAMBI.COM - Golkar mengakui pemberitaan kasus korupsi e-KTP atau KTP elektronik menyandera partai.

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Yorrys Raweyai mengakui kasus e-KTP sudah jadi pembicaraan Golkar sejak lama.

"Menyandera pasti kalau kalian tiap hari bunyikan ini, habislah Golkar ini," kata Yorrys di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Yorrys menuturkan Golkar di era Aburizal Bakrie dapat meraup suara 19 persen meningkat sampai 21 persen.

Kemudian saat dipimpin Setya Novanto selama 10 bulan dapat naik hingga 17 persen. "Sekarang Wallahualam? kita lihat, tanya sama kalian. kalian paling tahu," ujar Yorrys.

Yorrys mengaku tidak mengetahui keresahan yang dialami DPD-DPD Golkar. Namun, ia mengatakan keresahan itu perlu diakomodir DPP Golkar. "Kita dengarkan apa sih keluhan-keluhan itu. kalian paling tahu," kata Yorrys.

Yorrys mengatakan Golkar harus segera melakukan konsolidasi. Kemudian, soliditas Golkar harus disosialisasikan kepada seluruh keluarga besar partai berlambang pohon beringin itu.

"Pertama media, bagaimana kalian ini yang mampu membuat branding atau image ini bagus atau buruk," kata Yorrys.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved