Penadah Emas Ilegal di Sarolangun Divonis Bebas, JPU Ajukan Kasasi

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun resmi mengajukan kasasi terkait putusan bebas terhadap terdakwa penadah

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/WIDODO S JUSUF

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun resmi mengajukan kasasi terkait putusan bebas terhadap terdakwa penadah emas illegal oleh Pengadilan Negeri (PN) Sarolangun.

Kasasi Kejari Sarolangun sesuai dengan nomor 02/akta.Pid.sus.K/2017.pn.srl. Kasasi diajukan sebagai bentuk perlawanan dalam penegakan hukum di Sarolangun.

Hal ini disampaikan Kajari Sarolangun, Ihwanul Hakim melalui Kasi Intel Yayat, Senin (6/3).

“Secara resmi JPU sudah mengajukan kasasi. Sebab kita melihat putusan tersebut aneh saja,” kata Kasi Intel.

Hal yang mendasar diajukannya kasasi, banyak saksi yang diajukan, keterangan saksi ahli juga ada. Namun tidak menjadi pertimbangan hakim.

“Bahwa satu peraturan hukum tidak diterapkan atau diterapkan, tapi tidak sebagaimana mestinya. Itu yang menjadi dasar kita ajukan kasasi,” tegasnya.

Jika dikabulkan, maka banyak harapan. Para pencari keadilan yang percaya dengan lembaga peradilan hukum di Sarolangun.

“Kami hanya ingin masyarakat percaya dengan lembaga peradilan. Yang salah diputus salah dan yang benar maka di bebaskan, itu saja,” bebernya.

Seperti di beritakan sebelumnya, bahwa terdakwa Yudha Amada tertangkap aparat kepolisian dan TNI usai membeli serbuk emas seberat 1,154 Kg di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun.

Barang bukti dan terdakwa kemudian diproses dan disidangkan. Sejumlah saksi penangkapan, saksi ahli diajukan. Namun hasilnya putusan hakim membebaskan terdakwa. Padahal terdakwa dituntut dengan UU minerba dan tuntutan hukumanya tinggi yakni tiga tahun penjara dan denda.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved