EDITORIAL
Awas Cuaca Ekstrem
RIBUAN rumah di Kabupaten Bungo terendam banjir. Selain di Kabupaten Bungo, banjir juga menerjang Sarolangun, Merangin, dan Tebo.
RIBUAN rumah di Kabupaten Bungo terendam banjir. Selain di Kabupaten Bungo, banjir juga menerjang Sarolangun, Merangin, dan Tebo. Sementara itu peringatan dari BMKG menyatakan dalam satu minggu kedepan ada potensi cuaca ekstrem, dan hujan yang akan terus berlangsung.
Kondisi serupa juga mengancam Kabupaten Batanghari. Seperti laporan Tribun sebelumnya, ada sekitar 80 desa yang masuk kategori rawan, atau menurut data BPBD setempat, sebanyak 60 wilayah di kabupaten ini langganan banjir.
Yang menjadi peringatan khusus adalah daerah Muara Tembesi dan Batin XXIV yang biasanya lebih dulu terkena. Dekat dengan bantaran Sungai Batanghari menjadi salah satu faktor penyebab rawannya banjir ketika musim hujan, dan permukaan air sungai naik.
Sementara di Kabupaten Sarolangun kemarin, banjir dan longsor telah menyebabkan terputusnya jalan, dan akses menuju belasan desa di sana.
Kini yang menjadi kekhawatiran tentunya yang tengah terjadi di Kabupaten Bungo, karena ribuan rumah yang dalam kondisi tengah terendam saat ini. Meski bantuan sosial dari pemerintah berupa sembako dan pakaian juga telah dialirkan, namun melihat potensi cuaca ekstrem dan hujan yang akan terus mengguyur ke depan, penangan pra dan pascabanjir ini perlu diperkuat lagi.
Ada dugaan banjir yang terjadi di Bungo tahun ini adalah yang terbesar setelah banjir pada tahun sekitar 1980-an lalu. Mudah-mudahan antisipasi yang dilakukan pemerintah dapat mereduksi dampaknya hingga tak sampai menjadi separah puluhan tahun lalu.
Selain akibat banjir yang mengancam nyawa, perekonomian, infrastruktur, matapencaharian warga yang terdampak langsung, banjir juga menimbulkan kerawanan dari segi kesehatan. Imbauan untuk mewaspadai merebaknya penyakit seperti demam berdarah patut jadi perhatian bersama. Beberapa daerah telah membentuk tim siaga DBD, dan patut dicontoh oleh daerah lain. (*)