Breaking News:

Sekolah Rawan Bencana di Kerinci, BPBD Usulkan Bantuan Pusat

Di Kabupaten Kerinci terdapat sekolah yang rawan bencana. Baik bencana banjir maupun tanah longsor. Dinas pendidikan

Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Sekolah di Tanah Kampung yang kebanjiran, Sabtu (7/1) 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Di Kabupaten Kerinci terdapat sekolah yang rawan bencana. Baik bencana banjir maupun tanah longsor. Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci mengakui hal ini. Amri Swarta mengatakan untuk tingkat SD di Kerinci terdapat dua sekokah yang berada di aliran sungai. Di antaranya SD di pinggir sungai Muara Emat, Kecamatan Batang Merangin dan SD di Lubuk Suli, kecamatan Depati Tujuh.

Untuk itu pihaknyanya sedang mengupayakan sekolah tersebut menjadi priortas pembangunan. Di samping beberapa sekolah lainnya yang masuk kategori rawan. "Untuk SD ada di dua desa itu letaknya di pinggir sungai. Kita upayakan bantuan dana pusat," katanya baru-baru ini.

Sedangkan untuk sekolah yang rusak gedungnya akan digunakan dana DAK. Sebab pada 2017 Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci mendapat kucuran dana Rp 7,5 Milyar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Untuk Sekolah Dasar (SD) diperuntukkan sebesar Rp 5,4 Milyar sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp 2,5 Milyar.

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci juga mengusulkan tiga sekolah Aman Bencana ke pemerintah pusat. Kepala BPBD Kerinci, Evi Rasmianto mengatakan Kerinci merupakan daerah rawan bencana alam, selain Sarolangun dan Kota Jambi.

Sehingga pihaknya mengusulkan tiga sekolah aman bencana. Yakni SMAN 3 Kerinci, SMP 14 Kayu Aro, dan SD 198 Kemantan. Dikatakannya usulan tiga sekolah aman bencana merupakan program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP). Sebagai usaha untuk menjaga keamanan lingkungan sekolah di Kerinci. "Yang kita usulkan ada tiga, tapi kita belum tahu berapa nanti yang diterima BNPB," ujarnya.

Tujuan program ini, untuk memberikan rasa aman kepada siswa, guru, serta menjamin proses belajar mengajar di sekolah. "Intinya sebagai upaya pemerintah dalam memajukan pendidikan. Khususnya memberikan rasa aman di sekolah yang rawan bencana," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved