EDITORIAL

Semakin Waspada

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi kini melanda Jambi dalam sepekan terakhir. Air merata membasahi bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Editor: Duanto AS

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi kini melanda Jambi dalam sepekan terakhir. Air merata membasahi bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Bila dilihat pada prakiraan pihak BMKG, maka kondisi yang sama masih akan kita rasakan sepekan ke depan. Apalagi diprediksi BMKG, musim hujan di Provinsi Jambi mencapai puncaknya pada Maret nanti.

Kondisi ini mengingatkan kita pada tahun‑tahun sebelumnya. Ada air mata yang berderai saat musim penghujan, kala intensitas hujan berada di level sedang hingga tinggi. Apalagi terjadi dalam rentang waktu relatif lama, seperti saat ini.

Itu artinya banjir segera tiba. Di Provinsi Jambi, berdasarkan data dari badan penanggulangan bencana daerah, ada ratusan titik yang masuk dalam kategori rawan banjir. Warga yang tinggal di titik rawan banjir tentu saja saat ini sedang waswas.

Mereka yang sedang dilanda kekhawatiran itu dominan berada di sekitar bantaran Sungai Batanghari dan anak‑anak sungai. Musim hujan selalu membuat sungai meluap, hingga masuk menggenangi tempat tinggalnya.

Pun demikian dengan Kota Jambi. Sungai‑sungai kecil mulai meluap. Beberapa hari lalu, ratusan rumah terendam beberapa jam. Air mulai menggenangi permukiman saat tengah malam, kala masyarakat sedang tertidur lelap.

Pada situasi seperti ini, tentu saja kewaspadaan perlu ditingkatkan, baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Masyarakat, terlebih yang berada di titik rawan banjir, sebaiknya mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan air memasuki rumahnya, agar jangan sampai mengalami kerugian besar.

Sementara pemerintah daerah, perlu memantau lebih intens lagi kondisi di lokasi yang sudah masuk dalam peta rawan banjir. Sikap siaga harus ditingkatkan, agar bisa segera melakukan tindakan‑tindakan penyelamatan, agar jangan sampai ada yang akhirnya jadi korban.

Di samping itu, langkah‑langkah konkret mengurangi titik rawan banjir perlu dilakukan segera. Bila diperlukan normalisasi sungai, sebaiknya dilakukan segera. Jangan sampai banjir akibat hujan deras dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Bencana kadang terjadi karena kerakusan, keserakahan, dan kelalaian. Sudah cukup rasanya untuk kita belajar dari bencana yang terjadi di tahun‑tahun sebelumnya, agar deraian air mata karena adanya korban jiwa di kala musim penghujan tak lagi terlihat. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved