Ranieri Dipecat, Vardy: Bukan Salah Saya

Penyerang Leicester City, Jamie Vardy, angkat bicara soal pemecatan manajer Claudio Ranieri. Dia menolak anggapan

Editor: Nani Rachmaini
LINDSEY PARNABY / AFP
Manajer Leicester City, Claudio Ranieri 

TRIBUNJAMBI.COM, LEICESTER - Penyerang Leicester City, Jamie Vardy, angkat bicara soal pemecatan manajer Claudio Ranieri. Dia menolak anggapan bahwa didepaknya Ranieri karena kesalahan para pemain The Foxes.

Ranieri dicopot dari jabatannya hanya sembilan bulan setelah membawa Vardy dkk menjuarai Premier League musim 2015-2016 yang merupakan gelar perdana klub asal East Midlands, Inggris, tersebut.

Keputusan ini diambil menyusul anjloknya prestasi Leicester. Mereka terpuruk di liga domestik, tersingkir di Piala FA, dan teranyar kalah di kandang Sevilla pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions (22/2/2017).

Vardy mengungkapkan pendapatnya lewat foto Ranieri yang dia unggah di Instagram. Dia membantah berkontribusi dalam pemecatan Ranieri.

"Saya selalu menghormati Claudio. Spekulasi bahwa saya terlibat dalam pemecatannya tidak benar dan sangat menyakitkan," tulisnya.

"Leicester salah karena tidak mencapai target yang seharusnya dan akan melakukan yang terbaik untuk memperbaiki situasi yang ada," kata Vardy.

 I must have written and deleted my words to this post a stupid amount of times! I owed Claudio to find the right and appropriate words! Claudio has and always will have my complete respect! What we achieved together and as a team was the impossible! He believed in me when many didn't and for that I owe him my eternal gratitude. There is speculation I was involved in his dismissal and this is completely untrue, unfounded and is extremely hurtful! The only thing we are guilty of as a team is underachieving which we all acknowledge both in the dressing room and publicly and will do our best to rectify. I wish Claudio the very very best in whatever the future holds for him. Thank You Claudio for everything.

A post shared by Jamie Vardy (@vardy7) on Feb 25, 2017 at 11:33am PST

Bak sejalan dengan performa Leicester yang menurun, Vardy juga seolah kehilangan produktivitas di depan gawang lawan.

Dia menjadi salah satu bagian penting saat Leicester juara musim lalu dengan 24 gol di Premier League.

Namun, memasuki musim 2016-2017, sinar Vardy redup dengan hanya mencetak lima gol dari 20 kali tampil di Premier League.

Terakhir, dia menyumbang gol ketika Leicester kalah 1-2 dari Sevilla.

Meski sudah tidak lagi bekerja dengan Ranieri, Vardy tetap berterima kasih kepada eks pelatih Chelsea tersebut.

"Ranieri memercayai saya dan saya berterima kasih untuk itu. Saya berharap yang terbaik untuknya. Terima kasih Claudio untuk segalanya," tutur Vardy.

Sepeninggal Ranieri, Leicester ditangani oleh caretaker Craig Shakespeare. Saat ini, Leicester untuk sementara berada di posisi tiga terbawah alias zona degradasi klasemen sementara Premier League.

Hal ini tak lepas dari kemenangan Crystal Palace pada pertandingan pekan ke-26, Sabtu (25/2/2017).

Leicester akan tetap berada di zona merah andai tidak bisa menang atas Liverpool FC pada Senin (27/2/2017). Sepanjang sejarah Premier League, inilah kali kedua klub juara bertahan berada di zona merah.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved