Arief : Masa Cek Tali Bendera Harus Bupati

Jatuhnya bendera merah putih di lapangan Gunung Kembang Komplek Perkantoran Sarolangun disesalkan

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA
Bendera tergeletak 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Jatuhnya bendera merah putih di lapangan Gunung Kembang Komplek Perkantoran Sarolangun disesalkan Pj Bupati Sarolangun, Arief Munandar. Diapun akan meminta pertanggungjawaban instansi terkait.

“Jujur saja insiden ini jauh dari perkiraan saya. Sebab ada bagian yang mengurusi itu. Masa cek tali bendera saja harus bupati, untuk apa saya banyak punya bagian dan intansi yang mengurusinya,” sesal Arief.

Dia mengakui, baru mengetahui informasi insiden tersebut saat dinas ke luar kita. Itupun diketahuinya melalui media masa.

“Saya tahu dari media masa. Dari lubuk hati yang paling dalam saya ini nasionalis, dan sangat menghargai simbol simbol Negara. Saya tidak mau ada kejadian seperti ini lagi dan saya akan minta agar intansi yang menanangani harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Terkait hal ini tegasnya lagi, dirinya akan segera memanggil Satpol PP, dan bagian umum. Dia akan meminta pertanggungjawaban kedua intansi tersebut terkait insiden bendera merah putih itu.

“Satpol PP akan saya panggil, apa tupoksi mereka sebab menaikkan dan menurunkan bendera wajib setiap hari kerja. Dan bagian umum kenapa tali kalau sudah lapuk dan bendera sobek tidak juga diganti. Semuanya akan saya tindak tegas sebagai pertanggungjawaban terhadap masyarakat Sarolangun,” ungkapnya.

Diakuinya, kejadian tersebut mencoreng Pemkab Sarolangun. Sebab banyak pihak menyalahkan Pemkab sarolangun.

“Ini peringatan penting bagi kita semua. Pemkab Sarolangun akan menjadikan kejadian ini pelajaran berharga tentunya. Jangan sampai terulang lagi di Sarolangun,” ucapnya.

Untuk diketahui pada, Jumat (24/2) di Lapangan Gunung Kembang Komplek Perkantora Sarolangun ditemukan bendera merah putih terletak di bawah tiang bendera. Dikabarkan bendera tersebut telah terlepas dari tiangnya sejak dua hari.

Kejadian tersebut kemudian diposting di jejaring sosial dan menjadi viral di Kabupaten Sarolangun. Banyak pihak menyesalkan hal itu dan menyebut rasa nasionalisme pemkab telah hilang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved