VIDEO
VIDEO: Dugaan Bilik Asmara di Lapas Tungkal, Kakanwil Ajak Keliling Cek Lapas
Kakanwil Kemenkum HAM Jambi mengajak sejumlah media keliling blok lapas mencari bilik asmara dan fasilitas
Penulis: Hendri Dunan | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan
TRIBUNJAMBI.COM, TUNGKAL - Kakanwil Kemenkum HAM Jambi mengajak sejumlah media keliling blok lapas mencari bilik asmara dan fasilitas mewah. Kakanwil juga tegaskan bahwa kehebohan itu karena nyanyian istri napi yang tidak suka suaminya dipindahkan ke lapas lain.
Polemik beredarnya video adanya acara ulang tahun di dalam Lapas IIb Kuala Tungkal. Tersedianya tempat tidur khusus, diperbolehkannya masuk alat hiburan berupa tape dan HP yang dipegang napi.
Serta dengan mudahnya oknum napi mengakses fasilitas komputer di kantor Lapas IIb Kuala Tungkal.
“Iya. Video itu memang kita sudah tahu empat atau 10 bulan lalu, dan itu sudah selesai. Sudah kita anggap selesai. Napinya sudah kita pindahkan ke lapas lain dan petugas yang disangkakan sudah kita beri sanksi administrasi,” ungkap Kakanwil Kemenkum HAM, Bambang Palasara, Jumat (24/2).
Kakanwil sendiri mengetahui bahwa video itu milik istri dari napi yang dipindahkan beberapa waktu lalu.
Namun, karena merasa tidak terima suaminya dipindahkan, maka hal itu disampaikannya kepada awak media. Sehingga, terjadilah kehebohan saat ini.
“Sebenarnya itu sudah lama. kita sudah proses. Kita sudah anggap selesai,” tegasnya berulang kali.
Maka dari itu, Kakanwil sendiri mengharapkan agar awak media mampu memberikan perimbangan dalam memberitakan hal itu.
Sehingga bisa menjadi pembelajaran di masyarakat. Agar tidak ada pihak yang dipojokkan dalam pemberitaan.
Karena menurut Kakanwil, pihaknya tidak bisa mencegah atau melarang apa yang dilakukan oleh istri napi tersebut.
Guna membuktikan bahwa hal itu tidak benar. Kemarin Kakanwil langsung mengajak sejumlah awak media berkeliling blok lapas. Mencari dan melihat-lihat situasi di dalam.
Untuk membuktikan omongannya bahwa memang tidak benar ada fasilitas yang dicurigai tersebut.
“Maka dari itu, saya ajak keliling untuk melihat sendiri. Bahwa apa yang disampaikan itu tidak benar,”ucapnya.
Selain itu, Kakanwil juga menjelaskan bahwa perayaan ultah itu dilaksanakan siang hari. Selain itu, perayaan itu bisa dilihat oleh semua orang dan kejadian itu juga bersifat insidentil.
Tidak ada menyediakan tempat khusus. Termasuk tempat untuk dijadikan bilik asmara.
Momen itu digunakan oleh Kakanwil saat adanya acara penandatanganan MoU antara Kalapas IIb Kuala Tungkal Wahyu Hidayat dan Polres Tanjab Barat dalam menanganan peredaran narkoba dan situasi kontijensi.