EDITORIAL
Tunaikan Janji-janji
Ribuan orang menggelar unjuk rasa memprotes pelaksanaan dan hasil pilkada. Itu tak membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tiga kabupaten, Rabu (22/2)
PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak yang digelar di tiga kabupaten di Provinsi Jambi, Kabupaten Sarolangun, Tebo dan Muarojambi berakhir sudah. Pemungutan suara yang digelar Rabu (15/2) lalu, sudah masuk tahap pleno penetapan pemenang. Sejauh ini, tidak ada gejolak berarti yang timbul sebelum dan pasca pemungutan suara.
Hanya timbul riak-riak kecil di dua kabupaten. Yakni, di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Tebo. Ribuan orang menggelar unjuk rasa memprotes pelaksanaan dan hasil pilkada. Itu tak membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tiga kabupaten, Rabu (22/2) menggelar Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.
Di Tebo, hasil pleno, pasangan Sukandar‑Syahlan meraih suara terbanyak. Sedangkan Hamdi‑Harmain mengajukan keberatan dalam formulir DB2. Anggota KPU Tebo yang memimpin sidang, Fadli, mengatakan Hamdi‑Harmain meraih 73.263 suara. Sedangkan Sukandar‑Syahlan meraup 90.963 suara.
Untuk hasil pleno di Kabupaten Sarolangun, bisa dipastikan pasangan Cek Endra-Hilalatil Badri yang unggul. Sementara, di Kabupaten Muarojambi, dari pleno KPU, pasangan calon Abunyani‑Suharyanto memperoleh suara 8.558 suara, pasangan Agustian Mahir‑Suswiyanto memperoleh suara 43.632.
Lalu pasangan calon Masnah‑Bambang Bayu Suseno sebesar 76.825 suara serta pasangan calon Ivan Wirata‑Dodi Sularso mendapatkan suara 62.627. Sehingga total suara sah yaitu 191.642 suara.
Bisa dipastikan, pasangan peraih suara terbanyak dalam pilkada tersebut, akan ditetapkan sebagai pemenang pilkada itu. Dan tentunya, akan dilantik untuk memimpin kabupaten masing-masing selama lima tahun ke depan.
Masih segar dalam ingatan masyarakat Kabupaten Muarojambi, Tebo dan Kabupaten Sarolangun, janji-janji yang dilontarkan calon bupati saat mereka berkampanye atau sosialisasi. Janji-janji yang diutarakan dalam bentuk visi misi itu, dilontarkan untuk menyakini masyarakat agar memilih mereka pada pilkada.
Nah, setelah mereka terpilih tentu harapan masyarakat agar calon kepala daerah tersebut akan menunaikan janji-janji mereka. Seperti janji memperbaiki infrastruktur, peningkatan ekonomi dan lain sebagainya. Tentunya, janji-janji manis inilah yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Sebab, mereka sudah memberikan kepercayaan pada calon kepala daerah ini untuk memimpin daerah mereka.
Kembali kepada calon kepala daerah yang terpilih dan tidak ada halangan bakal dilantik menjadi bupati dan wakil bupati, hanya nurani merekalah yang bisa berbicara. Supaya bisa menunaikan janji yang mereka berikan kepada masyarakat. (*)